BELAWAN | POTRET RI - Kasus pembunuhan nelayan ternyata kian melebar dan tak bisa dianggap enteng dan didiamkan apalagi saat ini istri korban pembunuhan nelayan pancing Nurhayati (38) warga Lorong 1 Veteran Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan telah mendatangi Mabes Polairdasu. Nurhayati yang didampingi ayah mertua Dul melaporkan hilangnya suami Rajali Abdi saat melaut, sesuai bukti laporan pengaduan Nomor : STPL/08/II/2016/Ditpolair.
Suami saya Rajali Abdi (42) pergi melaut bersama temannya Baharuddin Ahmad (38) dan Muhammad Zein (36). Biasanya mereka pulang melaut 2 hari lamanya, namun sekarang sudah 24 hari tidak pulang, terakhir saya dengar kabar kalau mereka dibunuh di tengah laut.
Demikian dikatakan Nurhayati saat ditemui wartawan usai buat laporan pengaduan di Polairdsasu. Jumat (19/2/2016).
Nurhayati yang sehari-harinya dagang jajanan gantungan itu berharap Polisi dapat usut tuntas penyebab hilangnya suami. “Saya berharap Polisi dapat mengungkap penyebab hilangnya suami saya dan teman-temannya”. Harap Hayati dengan linangan air mata.
Sementara Dul (ayah kandung Rajali-red) beberkan kabar penyebab hilangnya anak dan temannya di laut.“Kabar hilangnya anak saya Rajali dan 3 orang teman-temannya sudah menyebar dimana-mana, menurut masyarakat Kelurahan Bagan Deli mereka dibunuh dengan sadis di tengah laut dengan menggunakan 6 kapal ikan pukat langgar Gabion Belawan yang bertangkahan di gudang PT. Jasa Hasil Laut.
Nama-nama Nakhoda yang disebut-sebut sebagai otak pelaku pembunuhan berikut nama kapal ikan dan ABK sudah kita serahkan ke Polairdasu. Kita berharap agar semua yang terlibat termasuk ABK diperiksa secara meraton. Selanjutnya kita percayakan pada petugas yang berwenang untuk mengusut kasus ini”. Kata Dol.
Ketika ditanya pelaku pembunuhan, Dul beberkan info yang dikumpul ditengah masyarakat. “Menurut kabar di tengah masyarakat, hampir semua ABK terlibat dalam pembunuhan tersebut, tapi sebagai otak pelakunya 6 orang nakhoda diantaranya 4 orang tinggal di Kelurahan Pekan Labuhan, 1 orang tinggal di Kelurahan Labuhan Deli, dan 1 orang lagi di Desa Selemak Hamparan Perak”. Beber Dol.
Di tempat yang sama (Mabes Polairdasu-red) pemilik bot yang ditumpangi korban Amir (46) benarkan kabar hilangnya nelayan pancing. “Rajali dan teman-temannya melaut tumpangi perahu saya tanggal 30 Januari 2015 (Bot Lumba-Lumba-red). Biasanya mereka pulang tiap 2 hari dan cumit hasil tangkapan di jual di tangkahan. Tapi sekarang sudah hampir 1 bulan mereka tak kembali, kabarnya mereka dibunuh di tengah laut. Kata Amir.
Kabar yang berkembang di lapangan, ke 6 kapal ikan pukat langgar yang dimaksud masing-masing KM.SB nakhoda DY, KM.MJ nakhoda LDN, KM.MP nakhoda ASBL, KM.BS nakhoda YS, KM S nakhoda ZL, sedangkan 1 kapal ikan jalur. Ke 6 kapal ikan tersebut bertambat di gudang PT. Jasa Hasil Laut Gabion Belawan, tak rahasia umum lagi umumnya pemilik gudang dan kapal di Gabion merasa kebal hukum karena selalu dibekingi oknum aparat yang digaji dari uang rakyat dan diharapkan Menteri Pertahanan dan Keamanan Raymizard Raycudu dan Lantamal I Belawan untuk menindak tegas oknum TNI dan Polisi yang kerap membekingi pengusaha perikanan bermasalah di Gabion. Harap masyarakat nelayan yang selalu dimarzinalkan.
Sebagaimana diketahui ada 4 orang nelayan yang diduga dibunuh masing-masing Rajali Abdi (42) warga lorong Veteran, Baharuddin Ahmad (38) warga lorong Pertamina, Muhammad Zein (36) warga lorong 5 umum, dan Dani Karpiol (38) warga lorong Proyek Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Ironis hingga kini ke 4 korban yang diyakini sudah menjadi mayat itu belum ditemukan.(Salim).
Suami saya Rajali Abdi (42) pergi melaut bersama temannya Baharuddin Ahmad (38) dan Muhammad Zein (36). Biasanya mereka pulang melaut 2 hari lamanya, namun sekarang sudah 24 hari tidak pulang, terakhir saya dengar kabar kalau mereka dibunuh di tengah laut.
Demikian dikatakan Nurhayati saat ditemui wartawan usai buat laporan pengaduan di Polairdsasu. Jumat (19/2/2016).
Nurhayati yang sehari-harinya dagang jajanan gantungan itu berharap Polisi dapat usut tuntas penyebab hilangnya suami. “Saya berharap Polisi dapat mengungkap penyebab hilangnya suami saya dan teman-temannya”. Harap Hayati dengan linangan air mata.
Sementara Dul (ayah kandung Rajali-red) beberkan kabar penyebab hilangnya anak dan temannya di laut.“Kabar hilangnya anak saya Rajali dan 3 orang teman-temannya sudah menyebar dimana-mana, menurut masyarakat Kelurahan Bagan Deli mereka dibunuh dengan sadis di tengah laut dengan menggunakan 6 kapal ikan pukat langgar Gabion Belawan yang bertangkahan di gudang PT. Jasa Hasil Laut.
Nama-nama Nakhoda yang disebut-sebut sebagai otak pelaku pembunuhan berikut nama kapal ikan dan ABK sudah kita serahkan ke Polairdasu. Kita berharap agar semua yang terlibat termasuk ABK diperiksa secara meraton. Selanjutnya kita percayakan pada petugas yang berwenang untuk mengusut kasus ini”. Kata Dol.
Ketika ditanya pelaku pembunuhan, Dul beberkan info yang dikumpul ditengah masyarakat. “Menurut kabar di tengah masyarakat, hampir semua ABK terlibat dalam pembunuhan tersebut, tapi sebagai otak pelakunya 6 orang nakhoda diantaranya 4 orang tinggal di Kelurahan Pekan Labuhan, 1 orang tinggal di Kelurahan Labuhan Deli, dan 1 orang lagi di Desa Selemak Hamparan Perak”. Beber Dol.
Di tempat yang sama (Mabes Polairdasu-red) pemilik bot yang ditumpangi korban Amir (46) benarkan kabar hilangnya nelayan pancing. “Rajali dan teman-temannya melaut tumpangi perahu saya tanggal 30 Januari 2015 (Bot Lumba-Lumba-red). Biasanya mereka pulang tiap 2 hari dan cumit hasil tangkapan di jual di tangkahan. Tapi sekarang sudah hampir 1 bulan mereka tak kembali, kabarnya mereka dibunuh di tengah laut. Kata Amir.
Kabar yang berkembang di lapangan, ke 6 kapal ikan pukat langgar yang dimaksud masing-masing KM.SB nakhoda DY, KM.MJ nakhoda LDN, KM.MP nakhoda ASBL, KM.BS nakhoda YS, KM S nakhoda ZL, sedangkan 1 kapal ikan jalur. Ke 6 kapal ikan tersebut bertambat di gudang PT. Jasa Hasil Laut Gabion Belawan, tak rahasia umum lagi umumnya pemilik gudang dan kapal di Gabion merasa kebal hukum karena selalu dibekingi oknum aparat yang digaji dari uang rakyat dan diharapkan Menteri Pertahanan dan Keamanan Raymizard Raycudu dan Lantamal I Belawan untuk menindak tegas oknum TNI dan Polisi yang kerap membekingi pengusaha perikanan bermasalah di Gabion. Harap masyarakat nelayan yang selalu dimarzinalkan.
Sebagaimana diketahui ada 4 orang nelayan yang diduga dibunuh masing-masing Rajali Abdi (42) warga lorong Veteran, Baharuddin Ahmad (38) warga lorong Pertamina, Muhammad Zein (36) warga lorong 5 umum, dan Dani Karpiol (38) warga lorong Proyek Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Ironis hingga kini ke 4 korban yang diyakini sudah menjadi mayat itu belum ditemukan.(Salim).


Post a Comment