.

.

Reuni Ke 65 SMANSA Meriah

Rekaman Jeritan Warga Korban Eksekusi Lahan Salah Objek di Dumai

Top POTRET RI 007

Top POTRET RI 007
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zone bersama R.Soekrisno

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Search

Foto Bersama Marsekal TNI AU Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Foto Bersama Marsekal TNI AU  Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PENERIMAAN TARUNA BARU AKADEMI MARITIM BELAWAN

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI Letjen TNI Edy Rahmayadi

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI  Letjen TNI Edy Rahmayadi
Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

4 Pelaku Tindak Pidana dan Kekerasan 1 Masih buronan Ditreskrimum Poldasu

"Kasus Pencurian dengan Kekerasan dikenakan Ancaman Hukuman Penjara 12 tahun Pasal 365 KUHP".

Medan | Potret RI - Pencurian alat berat mulai kembali yang menimbulkan kerugian dan aktifitas pekerjaan dari sebuah perusahaan, korban akibat pencurian itu dialami PT. BSP Tbk Kisaran dan PT. Pembangunan Perumahan Tbk.

Tindak Pidana Pencurian dan kekerasan telah dilakukan oleh beberapa orang dengan cara mencari target, dan target mereka di areal Pembibitan Sei Balai Estate Desa Perkebunan Sei Balai Kec. Meranti Kab. Asahan.

Peristiwa pencurian dan kekerasan yang terjadi pada hari senin tanggal 1 januari 2018 yang lalu, di divisi II areal pembibitan 16 hektar Sei balai Estate Desa perkebunan Sei Balai Kec.Meranti Kab. Asahan, laporan yang diterima Polres Asahan dari Pelapor Rakino Sakirun dan Raga Syahputra, langsung direspon pihak Polres dan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Ditreskrimum Poldasu untuk mengungkap kasus pencurian dan kekerasan.

tindakan pidana yang dilakukan oleh 5 orang pelaku, RM als Manik, JR, KAD alias AM, SM alias Syawal, dan HM saat ini masih buron.

Penelusuran dan analisa yang dilakukan Poldasu menuai hasil dengan menangkap para pelaku tindak pidana pencurian dan kekerasan, pengungkapan tindakan para pelaku diungkap Dir Reskrimum Poldasu Kombes Pol. Andi Rian R.Djajadi SIK didampingi Kombes.Pol Rina Sari Ginting di depan Kantor Ditreskrimum Poldasu.

Kombes. Pol Andi Rian menyampaikan atas kasus pencurian di Areal Pembibitan, para pelaku memiliki tugas sebagai executor yang sudah direncanakan,"Modus yang dilakukan para executor pencurian dengan cara mendatangi penjaga alat berat excavator (beko) di areal pembibitan 16 hektar dengan berjalan kaki mendatangi gubuk/pos jaga alat berat, yang saat itu ada 3 orang penjaga alat berat, pelaku RM dengan mengacungkan pelepah sawit yang lebih kurang ukuran panjang 50 cm ditempelkan kearah leher salah seorang penjaga di pos jaga, pelaku SM bertindak untuk mengikat kedua tangan para penjaga excavator dengan tali plastik, mata dan telinga penjaga diplester dengan lakban warna coklat, pelaku lainnya JS mengikat kedua kaki penjaga dengan tali plastik warna hitam, setelah diamankan para penjaga SM dan JS melakukan aksi membongkar Excavator dan alat alat mesin Excavator tersebut dimasukkan kedalam goni plastik".

Berkelanjutan dengan ketagihan melakukan tindak pidana para pelaku melakukan aksi kembali pada tanggal 5 januari 2018, pada pukul 23.30 wib di dusun XIV Desa Sei Dua Hulu, kec. simpang Empat kab. Asahan, tersangka yang sebelumnya melakukan tindakan pencurian di areal pembibitan.

Pengungkapan kasus dilakukan dengan Penyelidikan, dengan Personil Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat bahwa para pelaku berada di krakatau dengan membawa hasil curian, selanjutnya Personil Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut yang dipimpin AKBP Maringan Simanjuntak pada hari senin tanggal 8 Januari 2018 melakukan penangkapan terhadap tersangka KAD, RM, SM, dan dikembangkan untuk penangkapan JS di daerah Sei Paham kec. Sei Kepayang Kab. asahan, Penangkapan JS Subdit III Ditreskrimum Poldasu bekerjasama dengan Personil Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Sei Kepayang pada hari selasa tanggal 9 Januari 2018.

Para Pelaku dikenakan pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 , dengan ancaman Hukuman Penjara 12 tahun.(Red.Su/Tim)  


Impor Beras disaat mulai Panen Raya, Katanya Mencintai Rakyat.....?????

"Impor Beras meluluh lantakan janji yang memuliakan petani"

Jakarta | Potret RI - Pemerintah telah melalui mentrinya memutuskan untuk mengambil langkah impor demi memenuhi kekurangan pasokan beras medium. Namun begitu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan, impor hanya merupakan solusi sementara untuk mengamankan stok pangan nasional.

Rencana opsi impor beras terus mendapat penolakan dari petani di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, keberadaan beras impor akan menjatuhkan harga gabah. Apalagi, pada Februari, sejumlah daerah sudah ada yang mulai panen.

"Impor jelas tidak setujulah," kata seorang petani di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rusdani kepada Republika.co.id, Jumat (12/1).

Rusdani mengatakan, pada Februari, sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu seperti Kecamatan Gantar dan Kroya, sudah mulai panen. Sedangkan areal sawah di wilayahnya akan panen pada Maret.

Menurut Rusdani, kebijakan impor beras akan menghancurkan harga gabah di tingkat petani. Padahal, petani sudah bersusah payah untuk terus meningkatkan produksi padi.

Namun, Rusdani mengakui, harga beras yang tinggi saat ini memang menyusahkan kaum buruh tani. Pasalnya, mereka hanya memperoleh penghasilan yang minim. Dia pun meminta agar pemerintah melakukan upaya lain, selain impor, untuk menurunkan harga beras di pasaran.

"Pemerintah harus turunkan harga beras, tapi jangan lewat impor," tegas Rusdani.

Ketidakmampuan pemerintah dalam menurunkan harga beras di pasaran, menuai delik dan konspirasi untuk melemahkan perekonomian negeri dengan cara mengimpor beras disaat petani mulai panen, hal ini jauh dari pernyataan pernyataan yang selama ini disampaikan para pemerintah yang mengatakan akan mementingkan kepentingan petani dari pada kepentingan golongan mereka, dan kenyataan pahit akan diterima rakyat.

Hal senada diungkapkan Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Waryono. Menurutnya, kebijakan impor beras saat mendekati masa panen akan membuat nasib petani menjadi terpuruk. "Februari sudah mulai ada yang panen di sejumlah daerah di Indramayu," terang Waryono.

Waryono pun mengakui, tingginya harga beras di pasaran saat ini sangat memberatkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah harus mampu menurunkan tingginya harga beras tersebut.

"Ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil," ujarnya, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jumat (12/1).

Jika jalan impor tidak ditempuh, ia khawatir kelangkaan pasokan beras medium akan membuat harga beras semakin tak terkendali. Sebagai dampaknya, laju inflasi akan terdorong naik. "Beras itu memberikan kontribusi terhadap inflasi yang tinggi," kata dia.

Sebanyak 500 ribu ton beras khusus dijadwalkan masuk ke Indonesia pada akhir Januari mendatang. Komoditas pangan tersebut di antaranya akan didatangkan dari Thailand, Vietnam, Myanmar dan Pakistan.

Aturan mengenai mekanisme impor beras khusus telah diatur dalam peraturan menteri perdagangan (Permendag) Nomor 1 Tahun 2018. Permendag tersebut juga mengatur spesifikasi beras khusus yang boleh diimpor, yakni beras yang tidak ditanam di Indonesia dengan bulir patah di bawah lima persen. Salah satu contoh beras khusus yang memiliki spesifikasi itu yakni beras jasmine asal Thailand yang memiliki tingkat kepecahan lima persen.(Red.Su/Tim)

Pengusaha Mujianto Yang Juga Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Menjadi Tersangka Namun tidak ditahan....Ada Apa ?

"Mujianto Bos dan Ketua Yayasan Budha Tzu Chi merasa Kebal Hukum dan di informasikan memiliki backup yang disebut sebut orang nomor 2 di Mabes Polri"

Medan | Potret RI - Kasus salah seorang pengusaha, pemilik media Daii TV, dan Ketua Yayasan Budha Tzu Chi yang sudah berjalan 1 tahun lebih, tersangka Mujianto dan Rosihan berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelumnya sudah dilakukan mediasi kurang lebih 2 tahun, ternyata hingga saat ini tersangka ingkar janji kepada korban didampingi kuasa hukum Marlon Purba SH, dengan bukti  bukti yang dimiliki korban dan telah dilaporkan ke Polda Sumatera Utara, hingga saat ini Poldasu belum melakukan tindakan tegas ataupun penahanan terhadap tersangka sesuai dengan laporan korban H. Armen Lubis yang mengalami kerugian miliaran rupiah.

Tindakan Mediasi yang dilakukan untuk Musyawarah dalam penanganan Perkara , dilakukan Kuasa Hukum Marlon Puba tidak berjalan dengan baik, tidak bisa untuk dilaksanakan mediasi. Kelanjutan dari mediasi akhirnya Korban H.Armen Lubis yang didampingi Kuasa Hukum melaporkan perkara yang menimpa kliennya dengan membuat laporan pengaduan LP/509/IV/2017/SPKT “II” Polda Sumatera Utara, tertanggal 28 April 2017, yang diterima langsung Bripka Budi Bangun.

Setelah dilakukan pemeriksaan termasuk saksi saksi dan gelar perkara, terlapor Mujianto alias Anam diputuskan oleh Dirreskrimum Poldasu Mujianto alias Anam Mutlak menjadi tersangka, dengan dikeluarkan surat resmi SP2HP No.B/397/XI/2017 Ditreskrimum, yang ditanda tangani atas nama Dir Reskrimum Poldasu unit Kasubdit Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu, tanggal 15 November 2017.
Dengan tidak dilakukan penangkapan dan penahanan, dilanjutkan dengan konfrontir tanggal 4  Januari 2018, ternyata tersangka Mujianto alias Anam tidak hadir, kemudian dilanjutkan pada tanggal 9 Januari 2018, tersangka Mujianto dan Rosihan hadir, konfrontir yang digagas Poldasu Sumatera Utara untuk mendapatkan hasil penyelesaian dari kasus yang menimpa korban H.Armen Lubis.

Kenyataan berkata lain konfrontir yang digagas Poldasu tidak dapat titik temu, dan prediksi dari Kuasa Hukum benar, dan merasa heran, informasi yang didapat dari luar bahwa tersangka Mujianto mengatakan “bahwa dirinya tidak ada yang bisa menangkap dirinya”, dengan mengatakan dirinya mempunyai decking disebut sebut “Waka Polri”.

Selanjutnya  Kuasa Hukum mempertanyakan kepada pihak Kapoldasu, apa benar informasi itu, Pihak Poldasu hanya tersenyum senyum saja, mendengarkan pertanyaan Kuasa Hukum Marlon Purba.”kami sudah mempertanyakan kepada Pihak kapoldasu yang menangani perkara H.Armen Lubis, dan kita juga sudah mempertanyakan berulang ulang kenapa Mujianto tidak ditahan ”, ungkap Marlon Purba.

Hukum di negeri ini harus ditegakkan akibat ulah tersangka yang dibiarkan bebas, “akibat Hukum yang sudah menyalah ini timbul rasa keprihatinan terhadap Poldasu yang telah melakukan proses yang benar, maka kami akan melakukan hal aksi di Poldasu meminta Poldasu melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang memback up tersangka,” pungkasnya.

“Jangan salahkan warga, akibat ketidak adilan karena ulah tersangka telah merusak Hukum dan Citra Poldasu yang telah melakukan tugasnya secara profesional,” terangnya kembali.

“Saya selaku Kuasa Hukum Armen Lubis akan melanjutkan hal ini ke pusat dan bertemu dengan Kapolri dan sebelumnya akan bertemu dengan Kapoldasu meminta ketegasan dan tindakan terhadap ulah tersangka yang tidak ditahan”,ungkapnya kembali.(Red.Su/Tim/Is)

MSDC dengan Sertifikatnya Mengelabui Masyarakat dalam Pengurusan SIM

"Komisi A Sidak, MSDC tetap melakukan Praktek yang Merugikan Masyarakat"

Medan | Potret RI - Medan Safety Driving Center berlokasi di jalan Bilal, Medan, telah merugikan masyarakat dalam pengurusan SIM, diindikasikan adanya bisnis kotor dibalik MSDC yang menimbulkan kerugian Negara dan bersifat untuk kepentingan pribadi para petinggi di Sumatera Utara.

Tingkat pengurusan SIM yang semakin menceking masyarakat, untuk mengurus SIM warga mengumpulkan uang sedikit menyisihkan penghasilannya untuk mentaati aturan yang berlaku, sementara itu dana yang dikumpulkan warga untuk mengurus SIM dan waktu dalam proses pengurusan SIM baru yang lambat dan sengaja dipersulit, dan diduga adanya unsur pungli terhadap warga dalam pengurusan SIM.

Permasalahan MSDC yang pernah ditegur namun tetap saja membandel, dan ini menjadi meresahkan warga, kegiatan kriminal yang seperti ini tetap dijaga dan dipelihara dan membiarkan untuk tetap berjalan. MSDC sudah berjalan sejak tahun 2011 sampai kini sudah berjalan 7 tahun.

Dana hasil kegiatan MSDC sudah bisa menenggelamkan medan dengan kejahatan lainnya yang berkaitan bisnis yang dilakukan oleh MSDC, dari informasi yang didapat bahwa MSDC bosnya adalah Jimmy, dan dari informasi yang diterima Jimmy sangat dekat dengan para petinggi di Kepolisian Republik Indonesia, untuk selalu meloloskan kegiatan yang merugikan masyarakat dan warga.

Sementara MSDC sendiri tidak mempunyai sertifikasi dari Negara yang syah, yang berhak untuk melakukan pengujian dalam pembuatan SIM, yang memiliki keabsahan adalah Pihak Kepolisian yang memiliki sertifikasi dalam pengujian dan pembuatan sertifikat untuk Mengemudi.

Rabu, 10/1/2018, Polri watch sebagai Pemantau Kinerja Kepolisian Direktur Executive H. Abdul Salam Karim, SH, mengatakan, "MSDC itu tidak memiliki sertifikasi dari Negara, dan sudah pernah MSDC dihentikan operasionalnya, sedangkan pengurusan untuk mendapatkan sertifikat, warga dikenakan biaya yang menceking, dari pantauan kami biaya itu sampai 450 ribu dan bisa lebih tergantung dari SIM apa yang diambil warga, dan kenyataannya MSDC masih beroperasi,".

H. Abdul Salam Karim, SH juga meminta kepada Kapolda, Kapolrestabes untuk menindak lanjuti dengan tegas anggotanya yang mengerahkan masyarakat membuat SIM dengan mengambil sertifikasi di jalan Bilal karena dianggap sebagai pungutan liar, MSDC tidak memiliki kemampuan dan sertifikasi dari Negara yang syah,"kami menghimbau Kapolda, Kapolrestabes, siapapun yang membawa sertifikat dari MSDC harus diabaikan karena sudah memeras masyarakat, ini dari pantauan kami dilapangan, sedangkan di Polres Polres lain tidak ada, dan diminta untuk ditindak tegas, dan sekarang terulang kembali, dan ini harus dirubah"

"Kami meminta Komisi A untuk menindak lanjuti masalah MSDC yang telah melanggar aturan ini, dan meminta untuk menurunkan timnya menyetop operasional MSDC melalui kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya, dan ini untuk kepentingan masyarakat dan warga khususnya yang selama ini dijadikan wadah dan sasaran pungutan liar," pungkasnya kembali.

Sementara itu DPRD dari Komisi A menyambangi MSDC untuk menunjukkan kelayakan MSDC yang dimiliki Jimmy,“Sudah dua bulan lebih, Komisi A minta MSDC untuk menunjukkan izin operasinya, namun tidak juga ditunjukkan ke kami. Ini aneh. Kalau memang izinya ada, mengapa MSDC tidak berani menujukkannya. Untuk itu, kita kasi waktu satu minggu lagi kepada MSDC untuk tunjukkan izin operasinya,” paparnya saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A dengan MSDC dan Satlantas Polrestabes Medan di DPRD Medan, beberapa waktu yang lalu, 6/10/2016.

Senada dengan hal itu Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumban Gaol mengungkapkan sebelumnya , Satlantas Polrestabes Medan untuk tidak menerima sertifikat mengemudi yang diterbitkan MSDC karena MSDC belum mampu menunjukkan izin operasinya,. Selain itu, Andi menambahkan agar masyarakat tidak lagi mengurus sertifikat mengemudi di MSDC. 

,"Bila ada masyarakat dan warga merasa dirugikan kembali, untuk dapat membuat pengaduan kepada DPRD melalui Komisi A," ungkap Andi Lumban Gaol saat dikonfirmasi. Rabu, 10/1/2018

Mengingat operasional MSDC dianggap tidak resmi, karena tidak mampu menunjukkan izin operasinya. “Lagi pula, sampai kini, MSDC masih mengeluarkan sertifikat mengemudi untuk SIM polos seperti SIM A dan SIM C. Padahal, untuk mengurus SIM A dan SIM C itu tidak perlu pakai sertifikat mengemudi. Atas dasar itulah, kami imbau agar masyarakat tidak perlu lagi mengurus sertifikat mengemudi di MSDC,” ungkapnya. (Red.Su/Tim)


Pemerintah Kurang Respon Terhadap Lingkungan, Warga Perlu di berikan Penyuluhan akan Efek Membuang Sampah sembarangan


"Pembuangan sampah di pinggiran sungai laudendang pada saat ini pemerintah deliserdang tidak di Merespon Masalah Lingkungan".
Laudendang | Potret RI - Kondisi sungai yang bersih bukan lagi menjadi perhatian dari Pemerintah maupun masyarakat, banyak warga belum memiliki kesadaran menjaga sungai agar tetap bersih. 

Tahun baru bukannya menjadi faktor perubahan, 1/1/2018, Hal ini dapat dilihat dikawasan pinggiran sungai, banyak tumpukan sampah dan  terkadang Sampah yang menyengat.

Adapun kepedulian dan keseriusan terhadap lingkungan  tidak lagi menjadi hal yang sangat utama bagi Pemerintah Daerah, seakan Perda lingkungan hidup  tidak ada guna.

Ternyata pengawasan dari dinas Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan Sumatera Utara maupun Deli serdang yang kemungkinan tidak ada keberfungsiannya ataupun tidak ada dibentuk , diindikasi tidak ada kepedulian untuk  lingkungan, namun ada anggaran untuk untuk itu.

"Sampai sekarang masih banyak orang buang sampah sembarangan, kadang enggak peduli , main lempar sampah dari rumahnya, maupun dibawak langsung ke pinggiran sungai," kata sigit ketika ditemui di pinggiran sungai Laudendang.

Sigit mengatakan, sering kali ketika dirinya sedang melintas di pinggiran Laudendang untuk memancing, dilihat  banyak sampah berserakan di pinggiran sungai yang bukan tempat pembuangan sampah akhir. 

"Setiap kali melintas di jalur ini, banyak sampah dipinggiran sungai dan kita lihat banyak sampah yang jatuh ke sungai," ungkapnya kembali.

Terkadang pertanyaan pun diucapkan kenapa buang sampah di pinggir sungai, yang terjadi hanya jawaban yang tidak dapat diterima.

"Kalau ditegur, ditanya kenapa buang sampah, mereka malah lebih galak, ngomongnya 'Emang kenapa?" tutur Sigit.

Harapan Pemerintah dan warga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Banjir kerap disebabkan air yang meluap. Air  meluap karena alirannya terhambat sampah. (Red.Su/Tim)

AJH ; Membuka Posko untuk menampung keluhan masyarakat Pedagang

"Pedagang yang terkena dampak terbakarnya bekas Aksara Plaza menuai penderitaan tanpa alokasi dari Pemda"

Medan | Potret RI - Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Hukum (DPP-AJH) resmi membuka posko pengaduan masyarakat tentang dugaan tindak pidana korupsi, persekusi atau penidasan hak rakyat. 

Posko pengaduan yang dibuka beralamat di Jalan Bambu Nomor 1-A Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur itu sendiri digagas karena AJH sangat anti dengan penindasan, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). 

"AJH membuka posko ini, untuk menampung keluhan masyarakat Pedagang," ujar Ketua AJH, Dofu Gaho didampingi Sekjen AJH, Asmita Siregar di Medan, Jumat, (22/12/2017).

Sebab, Dofu menyebutkan, banyak warga masyarakat, terutama pedagang yang tidak tahu kemana mau mengadukan penindasan serta dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh PD Pasar. "Nah, kita hadir untuk mengadvokasi masyarakat terutama para pedagang yang akan mengadukan keluhannya tentang PD Pasar kota Medan, termasuk dugaan tindak pidana korupsi," sebut orang nomor satu di DPP-AJH ini. 

Dugaan korupsi itu, kata Dofu semakin diperkuat dengan kinerja PD Pasar yang tidak mampu memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditargetkan. "Oleh karena itu, patut diduga, ada penyelewengan. Maka dari itu, kita mengimbau kepada masayarakat dan para pedagang untuk melaporkannya," imbuhnya. 

Sementara beberapa pedagang pasar aksara yang tidak jelas nasibnya, saat di konfirmasi sangat terima kasih atas kedatangan rekan -rekan dari Aliansi Jurnalis hukum (AJH) yang membantu keluhan pedagang" Tolongla kami dek, selama kami dagang di pinggir jalan Aksara ini pembeli kurang.Belum lagi untuk bayar uang simpan barang - barang kami sebesar Rp.40 ribu setiap hari.Sementara pembeli sepi.Kami bertahan dagang di pinggir jalan aksara yang penuh debu ini, karena tokoh kami yang terbakar ada legalitasnya.Sampai saat ini ,status toko kami yang terbakar di pasar aksara belum jelas statusnya dari walikota Medan Dzulmi Eldin. Padahal sesuai intruksi presiden Bapak Jokowi. Pasar aksara segera di bangun kembali.Tapi sampai dinihari belum juga di bangun. Kapan mau di bangun kembali pasar aksara, kami tidak tau dek" Kata salah satu pedagang seorang ibu bermarga Pardamaian.(Red.Su/Tim/Afd).

Kapolres Binjai ; Saling Berkoordinasi antara Pimpinan dan Saling menjaga Keselarasan

"Kapolres Binjai Bersama Para Tokoh Masyarakat Kota Binjai"

Binjai | Potret RI - Kegiatan Temu ramah dengan toko masyarakat Kota Binjai, Forkominda, tokoh agama,adat, dan ormas, bertempat di Aula Catur Shakti Polres Binjai. Pada hari jumat tanggal 22 Desember 2017 sekira pukul 20.30 Wib.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai AKBP DONALD P SIMANJUNTAK S.I.K, dan didampingi Wakapolres Binjai Kompol J. Girsang, SIP. 

Acara silahturahmi  dihadiri oleh Walikota Binjai H. M. Idaham SH. Sik, Ketua DPRD diwakili oleh H. M. Yusuf SH. MH dan Jonita Agina Bangun Kepala BNN kota Binjai AKBP Safwan Khayat, Danyon Arhanud Mayor ARH Tamaji, Kaden A Brimob Binjai AKBP Nugroho Tri Nurianto SIK SH MSi, Mewakili Danyon Raider 100 PS pasi Intel Raider, Ketua Kejaksaan Negri Binjai diwakili Kasi Intel Prana Manik. Sekda Kota Binjai Mahpullah Daulay SSTP, Para Asisten Kota Binjai, Para kabag Kasat dan Kapolsek sejajaran Polres Binjai. Ketua MUI, Drs. Suwito (tokoh agama Al Wasliyah), H. Nizamuddin, SH (pemuka agama),Drs. H. Ahmad Nasir ( ketua FKUB), H. Hamzah Fansyuri (tokoh agama Islam),Pdt. Calvin Surbakti S.Th (tokoh agama Kristen) dan para tamu dan undangan yang hadir sebanyak 100 orang.

Kapolres Binjai AKBP DONALD P SIMANJUNTAK S.I.K dalam sambutannya ,"Diharapkan kepada Kita untuk saling menjaga keamanan kota binjai menjelang Natal dan tahun baru 2018. dan Saling Berkoordinasi antar pimpinan dan saling menjaga keselarasan", dihadapan para pimpinan Kepala Daerah, para Tokoh Agama, Alim ulama dan ketua organisasi kepemudaan, 

Sementara itu Walikota Binjai H. M. Idaham SH. Sik, menyampaikan di depan para tokoh dan Kapolres ,"Mari kita saling menjaga kekondusifan kota Binjai yang saat ini telah terjaga , Kota Binjai Kota Idaman, nyaman, aman dan asri serta sebagai kota percontohan karena memiliki Ikon Binjai Smart City. Dan kita juga harus menjaga kearifan lokal yang ada di kota binjai. Menjelang Hari Natal dan tahun baru agar kita semua saling menjaga keamanan dan kekondusipan kota Binjai dan Jelang Pemilu Gubernur maupun Pemilu legis latif dan Pemilu Presiden tahun 2019 mari kita saling menjaga keamanan dan keharmonisan Kota Binjai".

Tokoh Agama dan ormas Islam Bahwa di kota Binjai banyak keanekaragaman agama, dan hal tersebut telah saling menjaga kerukunan melalui Forum FKPAE, FKUB, BANK, Agar keamanan kota binjai dijaga setiap saat bukan saja pada setiap hari besar saja, Bahwa Element masyarakat kota Binjai Siap mendukung pihak Polres untuk mengamankan dan menjaga kekondusipan kota Binjai, Hindari Isu Sara yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama di Kota Binjai. Mari sama sama memberantas Narkoba, perjudian dan aksi premanisme di kota Binjai.

Dalam Kegiatan ramah tamah bertujuan untuk saling bersilaturahmi serta untuk menciptakan kekondusipan dan keamanan kota Binjai menjelang Natal dan tahun Baru serta jelang Pemilu Gubernur dan pemilu Legis latif dan pemilu Presiden mendatang. (Red.Su)

Mulai Kembali Tindakan Pembuangan Bayi


"Temuan Bayi yang dibuang Orang Tua"

Medan | Potret RI - 22/12/2017, Bayi yang baru lahir dibuang dan ditinggalkan orang tuanya, ditemukan warga, Rajudin Hasibuan di Jl. Rel Dusun 18 Bandar Khalifah, dan selanjutnya Rajudin memeriksa Tas dan ada kantong plastik yang didalamnya ada Kotak, dan terkejut Rajudin Hasibuan Melihat isi dalam tas  dan langsung dibawak ke salah satu rumah warga yang bernama Dewi di Jalan Rel dekat dengan TKP, untuk dilakukan pertolongan kepada sang bayi.

Penemuan pada malam itu sekitar jam 21.00 wib, warga langsung berkerumun untuk melihat apa yang terjadi, warga memanggil bidan untuk melakukan pertolongan pertama terhadap bayi jenis kelamin laki laki yang ditemukan.

Bidan yang dipanggil warga segera ke rumah warga yang bernama Dewi untuk melakukan pertolongan, dimana kondisi bayi yang masih suci itu tidak dapat tertolong lagi dan meninggal dunia.

Pihak kepolisian Percut Sei Tuan Bintang hadir untuk melakukan identifikasi, dan meminta keterangan kejadian kepada warga yang menemukan. (Red.Su/Tim)

Kebersamaan bersama Masyarakat Menjaga Lingkungan mengurangi tingkat kriminal

"Jumat Bersih bersama dengan TNI dan Masyarakat menjaga lingkungan dan peduli lingkungan"

Kutalimbaru | Potret RI - Kebersihan adalah sebagian dari Iman, itu yang menggerakkan Polsek Kutalimbaru bersama anggota melakukan bersama dengan TNI, ini menjadi program jumat bersih bersama dengan masyarakat akan kepedulian lingkungan.

Lingkungan dimana kita berada dan tugas  selalu dapat dilihat, jalanan yang rusak, rumah ibadah yang rusak, sekolah yang rusak, kantor pemerintahan yang ada yang rusak, akan menjadi pandangan itu tidak enak buat memandang, hal ini menjadi penggerak Martualesi bersama jajaran  Polsek Kutalimbaru dan TNI untuk peduli lingkungan.

Kapolsek Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu,SH,MH ,"kita perlu menjaga lingkungan sama halnya bila lingkungan kita tidak bersih begitu juga hati kita, dan gotong royong ini perlu kita tumbuh kembangkan kembali, dan sudah lama hilang kebersamaan itu," ungkap Kapolsek disela kegiatan bersama anggota di jalan Jalan besar Kutalimbaru KM 06  Desa Sukarende, jumat 22/12/2017, pukul 09:00.

Kegiatan yang menitik beratkan kebersamaan bersama masyarakat menimbulkan kesejukan dan hal ini mengurangi tindakan tindakan yang selalu timbul dan penyakit masyarakat akan berkurang, walaupun tidak bisa kita pupuskan dalam satu hari Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH,MH mengungkapkan. 

Selain personil yang ikut gotong royong. Kepala Desa Sukarende bermarga Tarigan dan beberapa warganya, turut di ikut sertakan gotong royong juga" Yang pertama kita membersihkan halaman Gereja GBKP Runggun Sukarende Pasar VI, Kecamatan Kutalimbaru.Karena sebentar lagi menjelang datangnya hari natal dan tahun baru.Kalau Gereja GBKP bersih, kan masyarakat umat kristiani yang menjalankan ibadah bisa nyaman dan tentram." Ujarnya.

Usai membersihkan Gereja GBPKP. Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu ,dan anggotanya juga perangkat Desa menutup Jalan Besar Kutalimbaru yang penuh lobang memakai alat Sirtu" Kalau lobang Jalan Kutalimbaru di tutup ,masyarakat yang melintas menaikki kenderaan roda empat dan dua kan bisa nyaman juga. Karena selama ini saya kasian ,sama masyarakat yang melintas Jalan besar Kutalimbaru selalu mengeluh.Soalnya banyak berlobang, makanya saya inisiatif mengajak anggota dan perangkat Desa juga beberap warga gotong royong" Kata Martualesi Sitepu mantan wakapolsek Medan Barat. (Red.Su/Tim/ Afd)

Sertijab 2 Kasat Polrestabes Medan tertunda

"Persiapan Sertijab yang tertunda terhadap dua Kasat Polrestabes Medan"

Medan | Potret RI - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol H Sandi Nugroho Sik SH MHum, dipindahtugaskan ke Bareskrim Mabes Polri. Mantan Kasat Serse Poltabes Medan ini dipercaya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, dalam rangka menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, berdasarkan surat telegram Kapolri No ST/2754/XI/2017 pertanggal 16 November 2017. Dari informasi yang diperoleh, Jumat (17/11/2017) sebelumnya.

Pelaksanaan tugas selanjutnya dilanjutkan Kombes.Pol. Dadang Hartanto, baik dalam kegiatan Sertijab jajaran dibawah pimpinannya berdasarkan surat telegram rahasia yang sudah dikeluarkan, yang diantaranya pemutasian dua kepala satuan di Polrestabes Medan, sesuai dengan surat telegram No. ST/2729/XI/2017 per tanggal 15 November kemarin, AKBP Febriansyah dimutasi sebagai Pamen Polda Metro Jaya, dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih sebagai Kapolres Pakpak Barat.

Sementara suasana persiapan sudah dilaksanakan untuk sertijab bersama seluruh jajaran Polrestabes yang akan dilaksanakan  di Makopolrestabes Medan , keadaan cuaca tidak menentu yang beberapa hari sebelumnya sampai tanggal 21/12 mendung dibarengi dengan hujan mengguyur Makopolrestabes.

Sertijab kepala satuan Polrestabes Medan yang sebelumnya sudah dipersiapkan di halaman Makopolrestabes terpaksa ditunda dengan tidak ditentukan kapan sertijab dua kepala satuan dilaksanakan, sementara dengan tidak adanya Kapolrestabes dikarenakan mendamping Kapolda dalam pengamanan Natal dan tahun baru di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara, dan keadaan cuaca yang mendukung penundaan sertijab dua Pamen di Kapolrestabes Medan.

Sementara dari penundaan sertijab tugas dan perkara perkara di Polrestabes Medan tidak dapat dilanjutkan dan masih terdiam duduk dan menunggu kepastian, sementara sertijab seharusnya dilaksanakan, dikarenakan keadaan tidak mengijinkan harus menunggu.(Red.Su/Tim/Afdl) 


Saat Grebek Bandar Narkoba, Pelajar SMK Jadi Korban Peluru Nyasar

MARELAN | POTRET RI - Doorr seorang pelajar SMK bernama Ricky (21) saat pulang dari jemput adik kerja di sekitar lokasi pengerebekan bandar narkoba diterjang peluru nyasar, 
akibatnya Ricky ngerang kesakitan dan dilarikan keluarga ke RSU Imelda Medan.

Peristiwa tersebut terkait penggerebekan Narkoba di Jalan Yong Panah Hijau Lingkungan 7 Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (16/12) sekitar pukul 15.30 Wib.

Petugas Polsek Medan Labuhan dihadang puluhan warga masyarakat. Takut diserang warga, petugas Polsek Medan Labuhan lepaskan tembakan.Keluarga korban (Wati-red) di dampingi puluhan keluarga di tempat kediamannya di lingkungan 7 Gang Jambu, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan ketika dikunjungi wartawan merasa kesal dengan ulah Polisi.Wati mengecam oknum Polsek Medan Labuhan berutal dan umbar tembakan 7 kali, Minggu (17/12) 09.00 WIB.

“Kami kesal dengan Polisi itu, tersangka (Bandar Sabu Burhan alias Bur-red) sudah diamankan dan masuk ke dalam mobil petugas, tapi kenapa Polisi itu keluarkan tembakan membabi buta dan menembak ponakan saya (Ricky-red). Kami tidak senang dan menuntut Polisi kampungan itu,”. Kata Wati dengan nada emosi.

Saat kejadian berlangsung, 4 petugas Polsek Medan Labuhan bermaksud amankan Bandar sabu Burhan alias Bur dari tempat persembunyiannya di lingkungan 7 Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.

Dalam penggerebekan tersebut, warga masyarakat yang mengetahui hal itu kerumuni petugas seakan hendak selamatkan Burhan.Tak mau bermasalah, petugas Polsek Medan 

Labuhan coba ingatkan warga masyarakat dengan keluarkan tembakan beberapa kali. Sayangnya peluru yang ditembakkan petugas nyasar dan tepat mengenai bagian hulu hati Ricky.

Melihat Ricky mengerang kesakitan, warga masyarakat segera selamatkan Ricky ke RSU Imelda Medan, sementara petugas Polsek Medan Labuhan tinggalkan lokasi dan amankan tersangka Sabu ke Mapolsek Medan Labuhan.

Hingga kini kondisi Ricky masih di ruang ICU RS Imelda Medan. Peluru nyasar yang ditembakkan petugas Polsek Medan Labuhan berhasil dikeluarkan petugas medis dari tubuh Ricky (Peluru nyasar ke hulu hati dan turun ke bagian ginjal-red).

“Ricky sekarang di ruang ICU, peluru yang kenai hulu hati Ricky turum ke bagian ginjal, dan sekarang ini kami belum tahu bagaimana perkembangan kesehatannya,” kata Wati.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, SIK ketika dikonfirmasi melalui telephon selularnya, Minggu (17/12) sekitar pukul 12.00 WIB mengatakan kalau peluru yang mengenai Ricky nyasar saat amankan Bandar sabu.

“Kita belum bisa salahkan petugas, tentunya melalui proses dan kita juga sarankan pihak keluarga untuk membuat laporan, yang pasti masalah itu sudah ditangani pihak kita dan kita juga sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga,” kata Yemi.
” Biaya RS lanjut Yemi kita tanggung dan sekarang kondisi korban tampak membaik. Kita harapkan masalah ini dapat,” ujar Yemi Mandagi SIK dari seberang telephon genggamnya.(leo).

Kapoldasu ; Tindakan Tegas Terhadap Personel yang Menyimpang

"Kesiapan Sumut untuk Mengantisipasi Setiap Bencana"

Medan | Potret RI - 11/12, Dalam amanatnya disaat memimpin apel pagi di lapangan Ks.Tubun Polda Sumut, Kapolda Sumut menyampaikan Terimakasih kepada para personel yang secara langsung sudah memberikan tenaga serta waktunya dalam melayani masyarakat dalam hal kelancaran lalu lintas maupun bantuan SAR bencana banjir di Wilayah Sumut pada beberapa waktu yang lalu.

“Tingkatkan sinergitas dengan TNI, Bansar dan instansi terkait dalam kesiapan Prov. Sumut guna mengantisipasi setiap bencana alam di Prov. Sumut. Semua tugas akan terasa lebih ringan, bila kita kerjakan setiap tugas secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan akan memberikan Reward seperti pin, sertifikat dan lain-lain kepada setiap personel Polda Sumut yang berprestasi.

“Berikan tindakan tegas terhadap personel yang masih menyimpang dan tidak mencerminkan Polri di masyarakat,” ujar Kapolda Sumut.

Beliau juga menegaskan kepada para Pamatwil agar aktif berikan APP di Satwil, dalam mengeliminir pelanggaran anggota.

Terkait tugas di lapangan, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa Polwan akan di ikut sertakan untuk menampilkan sosok kemanusiawian Polri, sosok penuh kasih dan pengayoman terhadap masyarakat. Kemudian antisipasi setiap pergerakan atau provokasi oleh provokator yang memancing keributan massa dalam demo.

“Hadapi dengan tenang dan hindari emosi dalam menghadapi masyarakat. Sadari dan kerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga setiap kegiatan bisa terkoordinir dengan baik. Lakukan upaya-upaya dan siasat dalam menciptakan situasi kondusif pada setiap kegiatan masyarakat dan siapkan diri dalam menghadapi kegiatan masyarakat ke depan, khususnya pada tahun 2018 sebagai tahun politik di Indonesia,” tegas Kapolda Dalam apel pagi tersebut. (Red.Su/ZT)

Menyikapi Kenaikan Harga Pangan harus disikapi dengan Keseriusan dari Pemerintah yang synergi

"Kesiapan Pemerintah bersama Kepolisian dalam Mengantisipasi Kenaikan Harga Pangan Menjelang Tahun Baru dan Natal"

Medan | Potret RI - Kestabilan harga pangan menjelang tahun baru dan natal sangat sulit untuk di antisipasi apabila belum ada keseriusan dari instansi terkait dalam penanganannya, dumping harga yang terang akibat import kebutuhan pangan dari luar semakin meningkat, dan daya beli dalam negeri semakin menjepit, yang akhirnya dibutuhkan synergi dan keseriusan dari semua instansi untuk melakukan inspeksi dan pemeriksaan di setiap gudang gudang baik itu yang dimiliki oleh pemerintah sendiri maupun golongan dan pribadi, tidak hanya mengadakan evaluasi dan analisa namun aspek lainnya yang mengakibatkan rakyat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kenaikan harga sudah pasti akan terjadi tergantung dari pelaku usaha baik itu distributor, dan yang memproduksi dapat mempertahankan sedangkan faktor harga yang ditetapkan dan tidak ada perda untuk itu harga akan melambung.

Untuk menyikapi hal itu Kapolda mengadakan Rapat Koordinasi dengan Para Stake Holder dengan Intansi terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan Rakor tersebut dilaksanakan, Senin (11/12) Pukul 10.00 Wib s/d selesai, bertempat di Ruang Rapat Sinabung Lt.2 Mapolda Sumut .

Kapolda Sumut didampingi Wakapolda Sumut dan Para Pejabat Utama Polda Sumut mengatakan, rapat koordinasi ini dilaksanakan berdasarkan hasil video confrence dengan Kapolri yang juga membahas tentang Antisipasi Kelangkaan/Kenaikan Harga Pangan Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sumut, Bp. Alwin Sitorus, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumut diwakili Kabid Penyuluhan Erpison Moeis, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Sumut diwakili Kepala Seksi Ketersediaan Ernita, Kadis Kesehatan Prov. Sumut diwakili Kabid Sumber Daya Kesehatan, Sri Suryani Purnamawati, SSI, M.Kes, Kadiv Reg Bulog Wilayah Sumut Benhur Ngkaimi, Kepala BPOM Prov. Sumut Cakra Tarigan, Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha Sumut Abdul Hakim Pasaribu serta Kabid Perdagangan Dalam Negeri, M. Misbah.

Kapolda Sumut dalam arahannya juga mengharapkan upaya sosialisasi bersama dengan para pengusaha, serta penyimpanan barang kebutuhan pokok untuk melepas bahan pangan ke pasar, minimal 50 % dari stok di Gudang.

“Saya juga ingin mengetahui laporan kondisi harga dan bahan pangan di Provinsi Sumut. Sekaligus mengkoordinasikan terkait langkah-langkah yang akan diambil dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2018,” ujar Kapolda Sumut kepada hadirin.

“Kasatgas Pangan Daerah Prov. Sumut agar mengingatkan Para Kapolres untuk dapat memberikan laporan dan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap produksi dan pendistribusian bahan pangan di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut laporan, Satgas Pangan Sumut telah menangani 6 kasus dan Satgas Satwil telah menangani 10 kasus terkait bahan pangan di Wilayah Prov. Sumut.

Kini Satgas Kebutuhan Pokok di Wilayah Prov. Sumut telah terbentuk dan telah melaksanakan kegiatan dengan bersinergi, sehingga dengan cepat dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan di lapangan terkait kebutuhan pokok.

“Sampai saat ini kondisi pasar kebutuhan pokok di Wilayah Provinsi Sumut aman dan stabil.

Diharapkan untuk segera diadakan kegiatan-kegiatan koordinasi antar satgas dengan para stake holder terkait tentang anggaran yang diperlukan,” harap Kapolda.

Kapolda Sumut juga meminta setiap instansi stakeholder secara bersama-sama menjaga kestabilan harga pangan, diantaranya dengan Operasi Pasar dan cek langsung atau melakukan kegiatan “blusukan” di pasar-pasar.

“Hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam mengayomi dan memberikan sosialisasi menjaga stabilitas harga pangan kepada masyarakat,” ungkapnya. (Red.Su/ZT)

Awal Kerukunan yang diikat dengan Bhineka Tunggal Eka dan Pancasila, yang disatukan dalam Eka Prasetya Panca Karsa


"Kerukunan hidup beragama perlu adanya saling pengertian"
Medan | Potret RI - FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) yang baru dilantik dan diketuai H. Ilyas Halim, untuk periode 2017 - 2022, yang saat ini masih menjabat sebagai Kabag Agama Setdakot Medan ditetapkan sebagai ketua organisasi yang menangani masalah kerukunan umat beragama di Kota Medan. 

Walikota mengungkapkan , harmoni sosial di Kota Medan selama ini masih tetap terjaga dengan baik. Kondisi itu, ungkap Walikota, berakar dari terciptanya kerukunan hidup beragama di Medan yang masyarakatnya heterogen, yang disampaikan melalui perwakilan Walikota Medan pada acara dialog kerukunan bersama wartawan.

Sebelum menjabat Kabag Agama Kota Medan H. Ilyas Halim berlatar belakang guru memulai dialog. FKUB Kota Medan bersama wartawan berdialoq untuk mewujudkan kerukunan di Kota Medan bertempat di Hotel Madani, Jl. Sisingamangaraja, sabtu 9/12/2017. Kegiatan yang diselenggarakan FKUB Kota Medan dengan jumlah peserta dari kalangan wartawan dan jurnalistik menyambut dengan gembira dan antusias dengan adanya sessi tanya jawab.

Pada awal acara H. Ilyas Halim mengatakan,"terciptanya kerukunan juga karena terbangunnya budaya saling pengertian, saling menghormati  dan menghargai atas segala perbedaan yang ada dengan tradisi tenggang rasa sangat tinggi,” Kemudian, H.Ilyas Halim, "bagaimana sebenarnya kita menciptakan kerukunan di kota medan, dan kita sepakat dulu ada 2 yang tidak kita bicarakan, yang pertama adalah aqidah keyakinan, dan agama tidak bisa dirukunkan, yang dirukunkan adalah penganut agamanya, Nabinya pun beda, Tuhannya pun beda, yang kedua adalah yang tidak bisa kita bicarakan adalah keturunan, kalau dua hal ini kita pertentangkan bisa timbul masalah besar, "

Sementara itu dialog dihadiri para perwakilan media, dan perwakilan Diskominfo Sumatera Utara, dan dari organisasi yang menaungi wartawan (PWI-red) di Sumatera Utara Khususnya Kota Medan, mendengarkan apa yang disampaikan Ketua FKUB kota Medan, H. Ilyas Halim sebagai salah satu narasumber dalam dialog kerukunan dengan wartawan.

Keukunan itu adalah sesuatu persaudaraan, dan  persamaan mengembangkan Indonesia, yang diikat dengan Bhineka Tunggal Eka dan kita diikat dengan Pancasila, pemahaman sebelumnya adalah ada Eka Prasetya Panca Karsa, satu tekad melaksanakan lima kehendak yang sudah tidak dilaksanakan bagi 

Ilyas juga memaparkan,"langkah langkah mencapai kerukunan adalah saling terbuka, dan apa yang saling terbuka, perujudan kerukunan itu dengan adanya saling tenggang rasa, tidak memaksakan kehendak pada oranga lain, dan keterbukaan kita dalam suatu persoalan, bagaimana kita mencapai kerukunan, itu FKUB saat ini ada 6 agama yang diakui Negara saat ini, diantaranya adanya saling menerima dan ada cinta kasih, langkah pertama itu adalah toleransi dan saling pengertian,".

Peran FKUB menjadi penting. “Selain mengajak masyarakat menaati aturan soal kerukunan, FKUB juga harus bisa menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk memelihara kerukunan itu secara tulus, sesuai dengan visi menjadi cagar harmonitas kota metropolitan yang modern dan religius,” paparnya.(Red.su)


Jaringan Sindikat Internasional Negara Malaysia - Negara Indonesia Namun masih ada terlibat Oknum Kepolisian.

"Paparan Penangkapan Narkoba termasuk perwira kepolisian didalamnya"
Sumatera Utara | Potret RI - Pernyataan dan pertimbangan yang dibuat terkadang tidak ada yang sesuai dengan kinerja yang dibuat, Diantaranya belum adanya kesadaran atau memang Masuk sebagai Anggota Kepolisian untuk sebagai tameng menjadi Pengedar ataupun bandar ?.

Pernyataan ini akan muncul seakan ada Pembelaan dan Pembenaran bahwa oknum dibawahnya yang terlibat harus dilindungi, seperti halnya pada pernyataan Kapolda pada saat paparan di depan kantor Dirresnarkoba di Mako Poldasu," Oknum tersebut waktu ditangkap tidak ada BB nya jd dia hanya BERTEMAN SAJA namun karena pada waktu itu dia diluar tugas kerja makanya biarkan nanti bid propam yang menanganinya baru nanti diberitahukan,"

Satu pertanyaan akan muncul, kenapa Oknum yang benar benar turut ikut dalam Permainan dan bisnis Narkoba ini tidak dilakukan eksekusi yang tepat dan terarah yang sama dilakukan oleh Institusi ini terhadap rakyat yang sifatnya jauh dibawah dari Oknum yang masih berdinas dan berpangkat AKBP maupun AKP dan dibawahnya.

Pada hari Rabu tanggal 06 Desember 2017 pukul 12.00 Wib bertempat dihalaman Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut dilaksanakan press release tentang Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika Golongan I jenis sabu seberat 38 Kg jaringan Sindikat Internasional Negara Malaysia – Negara Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara. paparan dihadiri langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Pejabat Utama, Labfor Cabang Medan.

Peristiwa Berawal dari adanya informasi tentang jaringan sindikat Internasional yang akan mengedarkan Narkotika Golongan I Jenis Shabu di wilayah hukum Polda Sumut kemudian dilakukan penyelidikan secara intensif terhadap informasi tersebut selama 3 (tiga) minggu, setelah itu Dirresnarkoba Polda Sumut KOMBES POL. HENDRI  MARPAUNG, SH beserta personel Resnarkoba Polda Sumut untuk dapat memprofiling jaringan tersebut. 

Penangkapan pertama pada hari Sabtu tanggal 25 Nopember 2017 Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut beserta anggota melakukan terhadap seorang pelaku tindak pidana narkoba an. Mudawali (31 thn, jalan Marindal I Gg. Madrasah desa Marindal I Kec. Patumbak Medan) di TKP jalan Lintas Medan – Banda Aceh Desa Batu Lenggang Kec. Hinai Kab. Langkat Propinsi Sumut tepatnya di depan warung internet (warnet) dan barang bukti berupa 6 (enam) bungkus plastik berwarna Hijau bertuliskan Guan yin Wang diduga berisi Narkotika Golongan I Jenis Shabu dengan berat masing-masing seberat 1 (satu) Kg dengan total keseluruhan seberat 6 (enam) Kg, setelah di introgasi dilakukan pengembangan tentang adanya tempat penyimpanan sabu yang berada di Medan.


Penangkapan kedua pada hari Selasa tanggal 28 Nopember 2017 pukul 09.00 Wib berdasarkan informasi tersebut dilakukan penyelidikan terhadap gudang dari Jaringan tersebut oleh anggota Ditresnarkoba Polda Sumut dan berhasil menangkap satu orang tersangka lagi an. Paujari (45 thn, jalan Pasar I Lk VII Kec. Medan Marelan Medan) Dengan TKP di rumah Paujari di Jalan Pasar I LK VII  Kec. Medan Marelan Medan dan dapat disita barang bukti berupa 6 (enam) kotak yang dibungkus koran dengan merk Qin Shan masing-masing seberat 1 (satu) Kg dengan total keseluruhan seberat 6 (enam) Kg, setelah di introgasi dan dilakukan pengembangan kedesa Sampali tersangka Paujari mencoba melarikan diri dilakukan tindakan melumpuhkan dengan menembak kaki sebelah kanan sehingga tersungkur dan tersangka dibawa ke RS Bhayangkara untuk diobati dan diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut. Hasil dari introgasi terhadap kedua tersangka dilakukan pengembangan dan mendapat informasi adanya pengiriman narkotika golongan I jenis sabu dari Tanjung Balai menuju Medan.

Penangkapan ketiga pada hari Minggu tanggal 03 Desember 2017 didapat informasi jaringan tersebut akan menjemput barang yang diduga narkotika golongan I Jenis sabu didaerah jalan Turi Medan. Dan Pada hari Minggu tanggal 03 Desember 2017 sekira pukul 11.00 Wib di bawah pimpinan Diresnarkoba Polda Sumut KOMBES POL. HENDRI  MARPAUNG, SH bersama anggota Resnarkoba Polda Sumut melakukan pembuntutan terhadap pelaku yang menjemput Narkotika Golongan I Jenis shabu di daerah Jalan Turi Medan dengan mengendarai mobil dan dilakukan pengejaran terhadap pelaku sampai di jalan Gaperta ujung Helvetia Medan, dan pelaku berhasil diberhentikan dan ditangkap, kemudian setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 (satu) tas yang berisikan diduga Narkotika Golongan I Jenis Shabu sebanyak 15 (lima belas) bungkus yang dikemas dengan bungkus teh warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang dengan berat masing-masing seberat 1 (satu) Kg dengan total keseluruhan seberat 15 (lima belas) Kg dan menangkap 2 (dua) orang pelaku, CONARY PERNANDO SITORUS Als. AGUAN (46 Tahun, Jalan Sunggal No. 75 Kec. Medan Sunggal Medan) dan GEMA SITORUS ( 56 Tahun, Desa Suka Maju Indah Kec. Sunggal). 

Setelah di Introgasi kedua tersangka menjelaskan bahwa narkotika golongan I jenis sabu berasal dari Koro, petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam dimana para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas, untuk menghentikan para pelaku didepan lapangan bola yang menuju daerah Namorambe dan para pelaku akhirnya ditangkap dan menyerahkan barang tersebut. Adapun para pelaku adalah : MHD. DIANI SITORUS Als. DANI Als. KORO ( 40 Tahun, Pek. Swasta, Teluk Nibung Desa Perjuangan Kec. Teluk Nibung Kodya Tanjung Balai),  RIAWAN Als. ATHONG  ( 34 Tahun, Pek. Wiraswasta, Jalan Ringroad / Jalan Gagak Hitam No. 9 A Kec. Sunggal),  BASAR SIREGAR  (44 Tahun, Pek Polri (AKP), Jalan Duria Komp. Royal Duria No. 2 A Kel. Kisaran Naga Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan) dan MHD. YOGI MAULANA SITOMPUL ( 22 Tahun, Pek Polri  (BRIPDA),  Jalan Kampung Jawa Gang Ule Kel. Padang Matinggi Kec. Rantau Utara Kab. Labuhan Batu). 

Setelah para pelaku di introgasi petugas melakukan pengembangan lagi dan dari hasil pengembangan ditangkap dua orang kurir an.  ARIF ARI BODY (28 Tahun, alamat Tanjung Baru Pasar IX Jalan Bakaran Batu Dusun II Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang) Kurir yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 2 (dua) Kg dan JONNY (45 Tahun, Swasta, jalan Titi Papan Simp. Dobi Gang Nuri Kel. Titi Papan Kec. Medan Deli) Kurir yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 3 (tiga) Kg. Setelah dilakukan introgasi sabu seberat 3 Kg dibawa kedaerah Helvetia Medan dan dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka Mhd. Dani Sitorus als Dani als Koro yang mengetahui lokasi 3 kg sabu yang diselundupkan, pada saat turun dari mobil tersangka Dani als Koro berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia. Setelah dilakukan pengembangan.

 Penangkapan keempat pada hari Senin tanggal 04 Desember 2017 dipimpin oleh Kasubdit II Ditresnarkoba dan anggota melakukan penyelidikan ke Titi Baru desa Bakung Kec. Tg.Pura Kab. Langkat dan dilakukan penangkapan terhadap tiga orang pelaku an.  M. AMAN SAPUAN (22 Thn, Desa Pekuburan Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat),  AHMAD ZULVI 40 Tahun, Desa Pekuburan Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat) dan ALFA CHANDRA (35 Tahun, Desa Pekuburan Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat) dengan barang bukti seberat 1 Kg sabu, dan pada saat dilakukan pengembangan, tersangka an. M. Aman Sapuan berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki tersangka. Dari hasil introgasi terhadap pelaku dilakukan pengembangan. 

Penangkapan kelima  pada dari Selasa tanggal 05 Desember 2017 sekira pukul 23.00 Wib dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Sumut, Wadir dan beserta anggota melakukan penangkapan dijalan Putri Hijau Medan didepan Merdeka Walk terhadap satu orang pelaku an. Suryono (44, Swasta, jalan Perjuangan Gg. Tunggal No 19 Kec. Medan Perjuangan) dan disita barang bukti 1 karung berisikan narkotika jenis sabu seberat 10 bungkus dengan berat 10 kgdan 1 unit Avanza warna hitam BK 1674 KD dan sewaktu di introgasi tersangka Suryono berupaya melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki tersangka. 

Dari Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika Golongan I jenis sabu seberat 28 Kg jaringan Sindikat Internasional Negara Malaysia – Negara Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara telah dilakukan lima kali pengungkapan kasus yang dimulai dari tanggal 25 Nopember 2017 s/d hari Selasa tanggal 05 Desember 2017 dengan barang bukti seberat 38 Kg dan jumlah tersangka sebanyak 14 orang yang terdiri dari 3 orang dilakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki, 1 orang pelaku tindakan tegas terukur (MD) dan 2 orang oknum Polri. Seluruh tersangka merupakan sindikat Internasional yang dikendalikan oleh Bandar dari Malaysia an. Polytron. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjut terhadap para pengendali jaringan Internasional yang berada di Malaysia.

Selanjutnya barang bukti diamankan Dirresnarkoba Poldasu , sabu seberat 38 Kg, 2 unit mobil kijang krista warna hitam, Avanza warna hitam BK 1674 KD, serta pasal yang dilanggar Pasal 114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  Pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).(Red.Su/Tim/Zul)

Dialog Kerukunan Umat Beragama dilaksanakan Binmas Mabel Polri di Sumatera Utara

"Dialog Kerukunan "
Medan | Potret RI - Gedung MICC Jalan Gagak Hitam di padatti ribuan umat beragama Provinsi Sumatera Utara,kamis 7/12/2017. Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian melalui Binmas Mabes Polri Irjend Pol Drs.Arkhian Lubis, berdialoq umat beragama sama toko adat dan toko masyarakat Sumatera Utara dengan tema.Merajut keberagamaan dengan semangat persatuan dan kebangsaan guna terciptanya stabilitas kambtimas dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

Acara dialoq umat beragama di hadiri Gubernur Smatera Utara, H.T.Eri Nurady, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Paulus Waterpau dan para muspika juga para hundangan lainya.

Binmas Mabes Polri Irjend Pol Drs.Arkhian Lubis dalam kata sambutanya, ” Saya berharap ,suasana kerukunan umat beragama harus di jaga dengan sebaik mungkin.Dengan rasa hormat saya sama bapak Kapoldasu, Bapak Gubernur Sumut,Walikota Medan,Bupati yang turut menyelenggarakan acara ini.Kita  seluruh umat beragama yang hadir, harus berdoa  agar umat beragama ini tetap rukun.Apalagi Provinsi Sumatera Utara mempunyai 33 Kabupaten.Jadi kita harus tetap rukun sesama umat beragama.Sebenernya bapak Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian ingin sekali hadir, di acara, dialoq sesama umat beragama ini.Tapi tuhan berkehendak lain, karena beliau lagi ada tugas yang lain, makanya, saya yang di perintahkan hadir di Sumatera Utara” Sebenernya saya juga asli orang Sumatera Utara.Soalnya saya di lahirkan di Pematang Siantar. Dan saya sekolah SMP di Sunggal, SMA di Binjai. Usai menjalani pendidikkan di Binjai. Saya mengikutti pendidikkan AKABRI di Semarang. Lalu saya di tugaskan di  PPIK.Saya juga pernah menjabat Wakapolres Asahan, dan pernah juga  tugas pengawasan di Poldasu” Ujarnya.

Irjend Pol Arkhian Lubis menambahkan.Indonesia mempunyai suku adat umat beragama.Di antara umat beragama ini, ada yang bertentangan memecah belahkan kita.Beruntungnya kita mempunyai sumpah pemuda di tahun 2008.Maka dari itu, kita harus mengucapkan terima kasih sama pemuda yang telah mengeluarkan sumpah pemuda.Jadi mulai hari ini, kita harus ingatti hari sumpah pemuda.Saat ini, apakah NKRI punyak potensi pecah, atau ada tanda – tanda NKRI ini pecah.Maka dari itu, kita harus melakukan bagaimana caranya NKRI ini tidak bisa pecah.Dan kita harus memperhatikan potensi konflik.Soalnya ada perbedaan kepentingan umum dan pribadi.Makanya, kita harus sadar mana yang kepentingan umum dan kepentingan pribadi.Agar kita tidak bisa terpecah belah.Yang paling pokok ialah masyarakat Indonesia masih berada, di lowerklas.Ini yang harus juga menjadi perhatian kita.Apalagi sekarang timbul ratikal – ratikal yang menghancurkan NKRI.Oleh karena itu, kita umat beragama harus dapat menjaga bagaimana caranya, jangan pecah agama.” Paparnya.(Red.Su/Tim /Afd)

Potret Pendidikan Yang Merusak Generasi Bangsa

Medan | Potret RI - Siswa yang menimba ilmu di sekolah tempat belajar harus di bina guru, agar dapat menjadi penerus generasi bangsa. Ini malah kepala sekolah SMA Negri 1 Percut seituan ,Kabupaten Deliserdang Mulyadi dan gurunya mengeluarkan siswanya kelas 12 bernama Firman dengan alasan banyak melakukan kesalahan.

Informasi yang di dapat,selasa 5/12/2017 Firman di keluarkan dari sekolah SMA N 1 ,karena sering apsen dan bolos sekolah.Seharusnya guru SMA N 1 ,tidak boleh mengeluarkan Firman begitu saja dari sekolah. Karena sekolah tempat  belajar siswa yang butuh pendidikan.Seharusnya kepala sekolah SMA N 1 Mulyadi dan gurunya dapat membina muridnya ,agar dapat lebih bagus mengikuti dunia pendidikkan.Ini malah mengeluarkan Firman dari sekolah ,dan langsung di beri surat pindah.Gara - gara Firman di keluarkan dari sekolah. Firman banyak termenung di rumanya di percut seituan .

Salah satu keluarga Firman bernama Hendra menyatakan" Kalau Firman memang bersalah,kan tidak mesti di keluarkan dari sekolah.Apalagi alasan gurunya, karena banyak apsen dan bolos sekolah, Kan tidak masuk akal, gara - gara banyak absen dan bolos Firman di keluarkan dari sekolah. Kalau pernyataan dari Firman sendiri, ia hanya melakukan kesalahan sering terlambat masuk sekolah. Makanya ia sering absen , karena gerbang sekolah sudah di tutup sekurity.Itupun Firman sudah buat surat pernyataan, sama gurunya bahwa ia tidak melakukan kesalahan yang serupa, tapi malah kepala sekolah SMA N 1, Mulyadi dan gurunya langsung mengeluarkan surat pindah sekolah Firman"Ujarnya.

Lanjut Hendra" Saya menduga, kepala sekolah SMA N 1 Mulyadi dan gurunya ,mengeluarkan Firman dari sekolah  gara - gara Firman orang susah.Soalnya siswa SMA N  1, kebanyakan orang kaya .Makanya Firman di keluarkan dari sekolah.Sekarang Firman  hanya banyak termenung di rumah, gara - gara di keluarkan dari sekolah.Apalagi ini hari ujian.Karena Firman sudah di keluarkan dari sekolah, Firman tidak bisa mengikutti ujian" Kan sayang, Firman yang sudah kelas 12 tidak bisa ikut ujian. Saya berharap, ombusman provinsi Sumatera Utara dan kepala dinas pe didikkan Deliserdang ,dapat menindak kepala sekolah SMA N 1 Mulyadi yang sesuka hatinya mengeluarkan Firman dari sekolah.Apalagi ,peraturan bapak presiden RI Jokowi .Anak -anak harus sekolah menimba ilmu.Dan para guru dapat membina muridnya dengan sebaik mungkin.Karena anak - anak yang sekolah bakalan jadi penerus generasi bangsa"Paparnya.

Kepala sekolah SMA N 1 Mulyadi saat mau di konfirmasi tidak berada di tempat, dengan alasan para guru kepala sekolah lagi diklat.Begitu juga dengan humas, bernama Es Tariora tidak berada di tempat juga dengan alasan diklat dan natal.Di duga, para guru dan sekurity menutupi keberadaan kepala sekolah SMA N 1 Mulyadi dan humasnya Es Tariora .

Salah seorang guru, bernama Eti yang mengaku wali kelas Firman mengungkapkan,Firman sudah banyak melakukan kesalahan di sekolah ini.Kesalahan yang di buat Firman seperti sering apsen,bolos sekolah dan tidak mengerjai tugas sekolah.Apalagi, Firman dari kelas 11 sudah pernah buat surat perjanjian tidak akan mengulangi kesalahan yang di buatnya lagi.Tapi perjanjian yang di buat Firman ,masih di ulanginya kembali.Jadi terpaksa Firman di keluarkan dari sekolah SMA N 1.Apalagi ini memang sudah peraturan sekolah dan dinas pendidikkan Deli Serdang mengeluarkan siswa yang tidak bisa di bina" Pungkasnya.(Red.Su/Tim/Afdl)

Kepala BPSDM Berencana Membuat Ruang Baru



Medan | Potret RI - Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara Jalan Ngalengko, rencana buat ruang baru untuk peserta diklat, antusiasnya peserta yang mengikutti diklat, makanya BPSDM akan membuat ruang baru.

Kepala (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara Ir Bonar Sirait dalam upacara peserta diklat prajabatan honorer melalui jalur khusus K1 dan/K2 Golongan I,II,III Gelombang angkatan 7,8 dan 9 dan diklat penyuluhan pertanian lapangan (PPL) di aula kantor BPSDM, senin 4/12/2017 mengatakan" Mudah - mudahan, ruang bangunan baru yang akan kita buat dapat berjalan lancar.Soalnya peserta antusias mengikuti pelatihan prajabatan honorer di BPSDM ini" Maka dari itu, saya berharap peserta yang mengikutti pelatihan prajabatan honorer harus bener - bener mengikutti pelajaran yang di beri guru bimbinganya.Soalnya peserta yang mengikutti pelatihan di BPSDM untuk menimba ilmu". 

Apalagi kalau peserta yang ingin menjadi PNS memang harus mengikutti diklat di BPSDM" Jadi saya berharap, peserta yang mengikutti pelatihan diklat prajabatan honorer selama 11 hari lamanya harus jaga kesehatanya. Begitu juga dengan peserta yang mengikutti penyuluhan pertanian lapangan (PPL) di BPSDM. Harus bener - bener juga mengikutti pelajaran yang di beri guru bimbinganya.Soalnya penyuluhan yang peserta ikutti akan peserta bawak tempat peserta Dinas.Sesuai dengan laporan kami" Pungkasnya.

Sementara staf ahli Gubernur Sumatera Utara Amran Uther sebelum memberi pengarahan sama 240 peserta yang mengikutti pelatihan prajabatan honorer menyatakan" Sebelumnya kita ucapkan terima kasih, sama bapak Gubernur Sumatera Utara yang tidak bisa hadir, karena ada urusan. Untuk mewakili bapak Gubernur, makanya saya yang turut hadir dalam pembukaan peserta diklat prajabatan honorer tahun 2017.Dan saya juga, mengucapkan terima kasih kepada bapak Ir Bonar Sirait kepala BPSDM yang telah bersediah menerima saya yang mewakilli bapak Gubernur untuk hadir di aula kantor BPSDM.Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih sama Ibu (Lan) RI yang dapat hadir juga.

" Peserta yang mengikutti pelatihan prajabatan  honorer melalui jalur khusus K1 dan K2 untuk menjadi PNS.Sebelumnya peserta sebagai pekerja honorer. Dengan mengikutti pelatihan diklat prajabatan di BPSDM bisa menjadi PNS.Maka dari itu, diklat ini berguna untuk pola pikiran kita dapat meningkat.Jadi sesuai dengan posisi saudara selama ini, supaya tidak salah presepsi menanggappi masalah.Makanya saudara yang mengikutti diklat prajabatan honorer dan penyuluhan pertanian tahun 2017 harus bener - bener menimba ilmu di BPSDM ini.Apalagi masalah pertanian mempunyai pranan nasional.Terutama di lapangan. Dengan kegiatan pembangunan pertanian harus dapat baik" Ujarnya. (Red.Su/Tim /Afd ).

Kinerja Petugas Satlantas Polrestabes Belum Memuaskan

"Ilustrasi Petugas sedang Menghentikan Pengendaraan Sepeda Motor"
Medan | Potret RI - Polisi sebagai Pengayom, Pelindung dan Pelayan Masyarakat seperti membingungkan dan membuat kesal pada masyarakat, terutama Pemilik Kenderaan Bermotor yang berurusan dengan Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan.

Hal ini dialami salah seorang pengendara kenderaan yang mengendarai Sepeda Motor, seorang pengendara kenderaan bermotor yang sedang menjalankan Pekerjaannya dari urusan Kantor, ketika melintas mendekati Jalan simpang Empat Jalan Pemuda, Pengendara di Stop Petugas Lalu Lintas dan terkejut.

Pengendara yang saat di Stop Petugas Lalu Lintas pun berhenti dan menunjukkan surat-surat, SIM C dan STNK, mengaku kesalahan SIM Miliknya sudah habis masa berlakunya, Petugas dilapangan langsung menulis surat tilang pada lembaran biru.

Ironisnya di surat tilang tersebut sulit dilihat dan dibaca tidak jelas, kecuali tulisan Denda Pembayaran Tilang di BRI, Identitas Petugas tidak jelas tertuang, sehingga pengendara binggung untuk membacanya.

4/12, Ketika dikonfirmasi seorang pengendara yang tidak ingin disebut jati dirinya," bukan tidak mau mengurus SIM, karena belum ada Uang, selain itu Pengurusannya juga sangat sulit dengan biaya yang yang harus dikeluarkan harus besar, dan juga harus mendapatkan sertifikat dari MSDC dan ini memakan waktu berhari hari dalam pengurusan SIM".

Dia juga tidak mau ada masalah apapun dalam berkenderaan, disamping itu tidak ingat SIM nya sudah habis masa berlakunya (mati), dan keesokan harinya Pengendara melakukan pembayaran denda tilang,  menurutnya setelah dilakukan pembayaran melalui Bank, saat hendak diambil STNK yang di tahan Petugas tersebut ke Pos Lalu Lintas Lapangan Merdeka lantai dua, untuk mengambil surat surat apabila telah melaksanakan pembayaran kepada Negara surat ataupun dokumen diambil.

Namun Alhasil yang diterima dan dialami Pengendara diwakili ibu pengendara untuk mengambil STNK di Pos Lalu Lintas Lapangan Merdeka, namun masih ada Petugas yang merasa lebih kuasa dan tidak melayani dan mengayomi, dengan memerintahkan orang tua pengendara untuk datang ke Pos dimana petugas itu bertugas semula.

5/12, Kenyataan yang diterima ,"STNK itu belum diserahkan ke Pos Lalu Lintas di Lapangan Merdeka oleh Petugas yang menilang," malah si petugas menyuruh Ibu dari pengendara Sepeda Motor untuk datang ke Pos Jalan Sudirman, dengan bergegas ke Pos Lalu Lintas yang disebutkan Petugas Pos di Lapangan Merdeka.

Sangat Kecewa dan Kesal dengan tindakan dan sikap Potugas Lalu Lintas yang membuat seorang Ibu yang memiliki 3 cucu itu merasa seperti bola pimpong yang ternyata Petugas yang menyuruh ibu itu untuk datang ke Pos jalan Sudirman tidak ada, akhirnya kembali dan memberitahukan putranya bahwa dirinya telah di anggap bola Pimpong sama petugas Lalu Lintas Polrestabes Medan.

Kepada Kasat Lantas Polrestabes Medan diminta untuk memberitahukan kepada Anggota di lapangan agar tidak asal asalan menulis dalam surat tilang, harus jelas dan terang, bisa dibaca oleh yang bersangkutan yang menjadi korban tilang, supaya tidak membingungkan, dan tidak menjadikan bola pimpong, dan dari pantauan bahwa Surat surat tersebut dipegang dan dikuasai tidak diserahkan ke Pos yang seharusnya mengumpulkan Surat surat yang ditilang dimana seharusnya diserahkan.

Pantauan di Lapangan Surat Tilang yang diberikan pada pengendara kenderaan bermotor hampir kebanyakan tidak jelas, atau sulit dilihat dan sulit di baca. (Red.Su/Tim)

Akhirnya Menerima Timah Panas di kaki Pelaku yang Mengaku sebagai Seorang Polisi

"Menerima Timah Panas saat melakukan Perlawanan dengan mengaku sebagai seorang Polisi"

Medan | Potret RI - Unit Reskrim Polsek Medan Baru menangkap seorang Pelaku kejahatan yang mengaku sebagai Polisi, dalam penangkapan itu Syahdin amal Purba (24) warga Jalan Kalingka No.43 Medan, terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur paga bagian kaki.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Victor Ziliwu, jumat (1/12), mengungkapkan pelaku kejahatan yang mengaku sebagai Polisi setelah Petugas mendapatkan pengaduan dari Korban bernama Febrianto Aritonang (24) warga Jalan Jamin Ginting, Raflesia Medan yang melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban Pencurian dan kekerasan yang dilakukan oleh Pelaku.

"Kejadian itu berawal  ketika korban sedang berjalan kaki usai makan siang dari Kampung Kubur, disitu Korban secara tiba tiba dihampiri pelaku yang mengaku sebagai anggota Polisi dan menuduh korban membawa Narkotika sejenis sabu sabu," tutur Kapolsek.

"Usai menuduh korban, Kemudian Pelaku membawa korban kedalam rumah kosong dan tangan korban diikat ke belakang menggunakan kain, lalu mulut korban sumpal dengan koran basah, dan korban mendapatkan tamparan, dan tendangan di dada korban, serta punggung korban dipukul dengan besi tiang antena TV, serta pelaku menggunakan selaing air Doorsmeer, yang akhirnya korban dimasukan ke dalam tong air ukuran 3000 liter dan wajah korban ditutup pakai baju,"terangnya kembali.

Setalah Pelaku puas menganiaya korban, pelaku mengambil HP korban merk Samsung S3 warna Hitam, uang korban senilai Rp. 34.000,- dan mengambil mobil angkot Rahayu 103 BK 1759 UE milik korban yang diparkirkan di Jalan Taruma di depan Restoran Raden.

sedangkan Korban dalam keadaan tak berdaya, berusaha keluar dari Rumah Kosong untuk meminta bantuan kepada warga setempat, yang kemudian ditemui warga dan membawa korban langsung mendatangi Kapolsek Medan Baru untuk melaporkan peristiwa yang menimpa Febrianto.

Laporan Febrianto langsung di respon tim Reskrim Polsek Medan Baru dan akhirnya Pelaku ketangkap,"Pelaku berhasil ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru saat berada di Kampung Kubur, namun pada saat dilakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas langsung memberikan tindakan tegas dan terukur menembak bagian kaki tersangka,"pungkas Kapolsek Medan Baru. (Red.Su/Tim)
 
Copyright © 2010 - 2013. www.potretri007.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Editing by CTM