.

.
Home » , » Perlunya Perhatian dan Pengawasan yang Benar di Institusi ini

Perlunya Perhatian dan Pengawasan yang Benar di Institusi ini

Written By Redaksi News on Wednesday, 23 August 2017 | 08:46:00

"Kearifan Lokal dan kebijakan yang sangat diperlukan diinstitusi ini, mereka melakukan dengan Hati bukan dengan adanya seragam dan Kekuasaan yang dimiliki"

Medan | Potret RI - Apakah Polri sudah menjadi pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat (ini menjadi ruh dari Polri)? Mungkin pertanyaan itu masih menggelayuti banyak masyarakat ? Lantas,’Polisi Medan’ belumlah bisa menjadi pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat seutuhnya lantaran masih banyak yang mempertanyakannya ?

Mungkin, mencapai ‘puncak’ seutuhnya merupakan tataran ideal yang banyak kesatuan dan akan sulit memenuhinya. Logisnya, usaha keras dalam menata jalan menuju fungsi Polri seutuhnya merupakan sikap yang harus diapresiasi dan perlu mendapat dukungan dari masyarakat.

Hal inilah yang diperlihatkan Polrestabes Medan dan jajaran dibawah komando Kombes Pol Sandi Nugroho SH SiK MHum. Dibawah nahkoda lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) tahun 1995 ini, fungsi pelindung Polri sudah tidak diragukan lagi. Tegas, begitulah dia diklaim warga Medan dalam hal menindak segala jenis  kejahatan.

Perwira melati tiga ini tidak memberi ‘ampun’ bagi pengedar narkoba, begal, premanisme, maupun tindak kejahatan yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi stabilitas kota yang sempat menyabet predikat kota paling tidak aman di Indonesia versi Lembaga survei terkemuka, Indonesia Research Center (IRC), yang dirilis bulan Agustus 2016 lalu.

Tapi ada fenomena menarik yang terjadi di Polrestabes Medan dipimpin Kombes Pol Sandi Nugroho, sejak 8 Desember 2016 silam. Khususnya, soal ‘wajah’ Polrestabes Medan di mata masyarakat Medan.

“Sekarang, Polres (tabes Medan) terkesan tidak sangar lagi. Biar polisinya tegas, tapi mereka ramah dan melayani kita dengan baik, kok,” ujar Rian, warga yang lagi mengurus SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) di Polrestabes Medan, Selasa (22/8) kemarin.

Pokoknya, sambung Rian, Polres dulu sudah jauh beda dengan sekarang. “Beberapa tahun lalu, aku diajak ngawani kakakku ngurus SKCK di sini. Ampun kali! Sudahlah ribet, ketus-ketus pula itu petugasnya. Seramlah!” kenang pria yang mengaku mengurus SKCK untuk masuk satpam ini.

Kini, Polrestabes Medan pun telah meluncurkan program SKCK online. Nama aplikasinya Polrestabes Medan. Mekanismenya buka aplikasi Polrestabes Medan buka fitur Layanan, kemudian buka SKCK Online. Usai mengisi biodata di fitur Layanan aplikasi Polrestabes itu, akan diberikan nomor verifikasi.

Misalnya mau urus SKCK besok, malamnya sudah bisa diisi biodata datanya melalui online. Baru besoknya tinggal datang, tunjukkan kode verifikasi, disidik jari baru diterbitkan SKCK. Paling lama 20 menit lah.

Namun dengan segudang Sanjungan tetap harus menjadi ujian kepada Kapolrestabes Medan, masih ada juga yang tidak terlihat mata dan laporan bahwa keburukan dan kejelekan dari tugas oknumnya tetap saja menghantui masyarakat. Katakan saja dalam pelayanan memang sudah mulai ada penataan, dalam segi penyidikan yang dilakukan dalam BAP apakah sudah ada monitoringnya dari Kapolrestabes dan jajarannya, 

Karena Banyak temuan yang didapati seseorang belum dinyatakan bersalah dijadikan bersalah oleh penyidik dan ini sangat perlu adanya tindakan lanjut oleh Polrestabes. (Red.Su/Tim)

Post a Comment

 
Copyright © 2010 - 2013. www.potretri007.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Editing by CTM