.

.

Reuni Ke 65 SMANSA Meriah

Rekaman Jeritan Warga Korban Eksekusi Lahan Salah Objek di Dumai

Top POTRET RI 007

Top POTRET RI 007
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zone bersama R.Soekrisno

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Search

Foto Bersama Marsekal TNI AU Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Foto Bersama Marsekal TNI AU  Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PENERIMAAN TARUNA BARU AKADEMI MARITIM BELAWAN

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI Letjen TNI Edy Rahmayadi

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI  Letjen TNI Edy Rahmayadi
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

Mobil Fortuner mengalami Kecelakaan Tunggal

Medan | Potret RI - Pengendara roda 4 dan 2 yang melintas Jalan Tengku Hamir Hamzah banyak yang berhenti, melihat mobil fortuner tanpa plat terbalik akibat menabrak pohon yang berdiri di tengah trotoar.

Senin 27/11/2017, pukul 06:30. Mobil fortuner yang di kemudi seorang pria, yang belum di ketahui identitasnya dalam kondisi rusak parah. Sementara warga membawak si pengemudi ke Rumah Sakit.

" Lakalantas tunggal ini terjadi pukul 04:00 pagi tadi. Pengemudi melakukan arah berlawanan, makanya di tabraknya sejumlah pohon dan tiang, yang berdiri di atas tengah trotoar. Apa penyebabnya seorang pria yang mengemudi mobil fortuner warna hitam menabrak pohon dan tiang , belum di ketaui bang", Ini kita masih menunggu petugas polisi lalu lintas, dan mobil derek" Kata petugas Sabhara Polsek Helvetia Brigadir Zulkarnaian.

Pantauan Potret RI petugas Polisi Lalu Lintas Polsek Helvetia sampai dinihari belum tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Kondisi arus lalu lintas pada saat itu di sepanjang Jalan Tengku Amiir Hamzah sudah mulai macet.

Sementara  dua petugas Sabhara Polsek Helvetia sibuk mengatur lalu lintas, yang mulai sudah macet.(Red.Su/Tim/ Afd).

Mobil Dinas Petinggi Polres dipergunakan Orang Lain sehingga Mengalami Kecelakaan Tunggal di Tol Medan Belawan

"Ilustrasi kecelakaan Police Line"
Medan | Potret RI - Sebagai Pegawai Pemerintah dan Pemilik Kekuasaan di salah satu daerah, ada banyak konsekuensi yang harus dirasakan bila mengendarai mobil plat kedinasan. Ada beban dan tanggung jawab moral yang tak ringan. Bila harus berkendaraan dinas lantaran tak bisa bebas berlaku semaunya. Di antaranya adalah, tidak boleh berkendara dengan ceroboh; harus mengisi bahan bakar dengan jenis tertentu; dan, ribetnya, gak boleh sembarangan berhenti di dekat-dekat tempat hiburan (bioskop, panti pijat, mall atau tempat karoke-an), meskipun bila ban bocor, yang tak mau kompromi.  

Disamping ada ‘beban’, pengguna mobil dinas berplat Kepolisian yang memanfaatkan ‘keuntungan’ tersebut, dengan merasa seolah olah ‘bebas’ berkendara seenaknya di jalan raya, tanpa menghiraukan aturan dan rambu lalu lintas yang berlaku. Mereka seakan menikmati privilege khusus seperti tanpa malu melaju menggunakan kecepatan tinggi dengan kondisi yang bisa terindikasi yang lain.
Namun hal ini tidak berlaku bagi Petinggi yang bertugas di Polres yang membiarkan Mobil Dinas untuk Operasionalnya dipergunakan oleh orang lain, sehingga mengakibatkan kecelakaan yang tidak dapat dihindari, dengan adanya indikasi indikasi tertentu.
Kecelakaanpun terjadi di tol Balmerah Medan - Belawan, yang persisnya di Seruwai  Sebuah Mobil  Dinas  Suzuki Grand Vitara milik Polres di salah satu Jajaran Polda Sumatera Utara ,  terjadi kecelakaan tunggal sekitar pukul 02.00 wib dini hari, Rabu 31/10 berplat Nomor Dinas dari Instansi Kepolisian Polda Sumatera Utara. 

Informasi yang diterima dari lapangan di saat kejadian masyarakat yang melintas melihat Mobil dinas yang Berplat Nomor Kedinasan ini dengan kondisi ringsek dalam kecelakaan tunggal, namun penyebab kejadian belum diketahui, “Sepertinya supir mengantuk, kecelakaan tunggal,” menurut  pengguna Jalan yang tidak ingin disebutkan namanya, saat menghubungi media Potret RI.

2/11, Saat dikonfirmasi pada Polres mengenai kecelakaan tunggal tersebut, media tidak mendapatkan informasi berkaitan dengan Mobil dinas Polres yang mengalami kecelakaan Tunggal tersebut dari Polres setempat, seakan hal ini tidak boleh diketahui oleh orang lain, dan disebarkan ke media."akan kami hubungi kembali", jawaban yang diterima dari Polres setempat.

Dari Penelusuran Tim bahwa Mobil Dinas yang mengalami Kecelakaan Tunggal  sudah diamankan di Bengkel ("T") dengan Plat Nomor dicopot di daerah Tanjung Mulia (1/11), dan Korban yang membawa Mobil Dinas Polres dirawat di Rumah Sakit ( "C").

Dari Penelusuran itu diketahui bahwa Pengguna Mobil Dinas Polres pada saat kejadian Kecelakaan diduga adalah kemanakan dari Petinggi Polres di Jajaran Kepolisian Sumatera Utara. Apakah Mobil Dinas untuk Operasional Kedinasan dapat dipergunakan orang lain ?, dan siapa yang mempertanggung jawabkan hal itu, menjadi bahan pertanyaan setiap orang, apakah mobil itu adalah petinggi yang mengalami kecelakaan atau orang lain yang menggunakan Mobil Dinas.

"Tidak bisa Mobil Dinas dipergunakan orang lain kecuali ada perintah langsung dari Petinggi Polres tersebut kepada orang lain, walaupun itu dari Pihak keluarganya sendiri, mobil itu kan mobil Negara, bila terjadi sesuatu siapa yang mempertanggung jawabkan hal itu", ungkap Perwira Kepolisian saat dikonfirmasi mengenai penggunaan Mobil Dinas Kepolisian.

Sejatinya mobil dinas hanya terbatas digunakan untuk dan ke tempat-tempat yang baik-baik saja. Ke kantor, ke instansi pemerintah atau pun kunjungan ke warga masyarakat. Aib membawa kendaraan dinas untuk sesuatu yang tak ada hubungannya dengan kedinasan. Namun, banyak kujumpai di akhir pekan, mobil dinas digunakan untuk menghadiri resepsi pernikahan. Bahkan, banyak pula mobil dinas dipakai untuk orang lain untuk kepentingan Pribadi. Padahal, aktivitas-aktivitas itu sudah di luar kedinasan dan pastinya itu adalah urusan pribadi. (Red.Su/Tim)



Jalan Rusak terpaksa menghindar akibatnya Nyawa Melayang, Pihak Terkait Tutup Mata

"Jalan Raya sebagai infrastruktur yang dipergunakan sampai sekarang sampai hari ini tidak diperbaiki, hingga merenggut nyawa untuk menghindar dan berpasir"

Belawan | Potret RI - Jalan merupakan infrastruktur yang harus dibenahi, namun dari kenyataan yang terjadi tidak menjadi prioritas dari Pemerintah, Kecelakaan kerap menghantui hingga kematian. Banyak ditemui kondisi jalan protokol dan Jalan Alternatif yang luput dari kaca mata Penguasa, yang berakibat merugikan warga yang menggunakan fasilitas jalan raya. 

Apakah Pemerintah memang sengaja untuk tidak melakukan perbaikan..? apakah Oknumnya terindikasi korupsi dalam penggunaan anggaran untuk melakukan perbaikan, dan terkadang perbaikan yang dilakukan secara asal asalan, hingga tidak mengetahui mau kemana warga melaporkan karena sudah tidak ada yang bisa dipercaya, nota bene Hukum tidak berjalan.

Kejadian Kecelakaan menewaskan pengendara sepeda motor Yamaha Mio BK 6205 ABE terjadi di Jalan Titi Pahlawan, Simpang Kantor, Medan Labuhan, Selasa (4/7) siang. Korbannya, M Yusuf (38) warga Jalan Bakti Abri, Kel. Martubung, Medan Labuhan, tewas setelah ditabrak Truk Colt Diesel BK 8384 ‎NB. Siang itu, korban melintas dari Simpang Kantor menuju ke arah Marelan. Saat melintas di jalan rusak, M Yusuf ingin mendahului truk dari kiri.

Namun belum sempat melalui truk, korban dikejutkan dengan adanya pejalan kaki. Dia seketika mengerem dan akhirnya tergelincir dan jatuh di bawah truk. Akibatnya, ban truk melindas korban. Warga yang mengetahui kejadian sempat melarikan M. Yusuf ke RSU Ameta Sejahtera. Namun nahas nyawanya tak tertolong.

Petugas Satlantas yang tiba di lokasi melakukan olah TKP dan mengamankan sopir truk, Rahman berikut truknya. “Tadi kereta itu motong dari kiri, rupanya ada orang, rem mendadak jatuh langsung ditabrak truk itu,” kata Sigit warga sekitar.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, AKP SR Sihite mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan telah mengamankan sopir dan kendaraan yang terlibat kecelakaan. “‎Korban tewas di rumah sakit setelah alami memar di perut akibat tergilas truk, jenazahnya sudah dibawa pulang untuk disemayamkan. Kasus ini sudah kita tangani,” kata Sihite. (Red.Su/Tim)

Perlu di Periksa Pelayanan dan Manajemen RSUD Pirngadi tidak menerima Pasien saat Lebaran Pertama

"RSUD Dr. Pirngadi Medan menolak Pasien disaat Lebaran, dengan Alasan Tidak Ada Dokter"
Medan | Potret RI - Liburan Lebaran 1437 H kali ini terasa sangat berat dihadapi warga kota Medan, dengan tidak menerima Pasien yang seharusnya diterima untuk mendapatkan Perawatan Intesif Care Unit (ICU) maupun pelayanan Dokter.

Alhasil RSUD Pirngadi terindikasi dan memang menolak pasien untuk dirawat secara intensif dengan alasan Para Dokter Tidak ada sama sekali, sangat disayangkan Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemerintah tidak memiliki Dokter yang bisa menolong Masyarakat yang mendapat Musibah.

Pada Kejadian tanggal 25/6/2017, sekitar jam 20.00 wib  dialami seorang anak yang mendapatkan kecelakaan sehingga harus mendapatkan Intensif Care Unit, namun untuk penanganan awal sebelum dilakukan operasi, secara tegas dan lantang mengatakan "kami tidak menerima Pasien ,Dokter Tidak Ada" , ungkap keluarga Pasien dengan menirukan gaya bicara Perawat. 

"Rumah Sakit Daerah Macam Apa ini, begitu besar dengan uang Negara tidak menerima Pasien karena Dokter Tidak ada", ungkap Keluarga Pasien dengan Kesal saat dikonfirmasi kepada Media Potret.

Akibat ditolaknya Pasien dari RSUD Pirngadi Para Keluarga terus membawa Pasien yang sedang berjuang untuk hidup, dengan kekuatan yang dimiliki para keluarga membawa Pasien ke Rumah Sakit Umum USU di Jalan Dr. Mansyur, dan segera ditangani, namun karena peralatan untuk memeriksa keadaan Pasien RSU USU merekomendasikan ke RSU Materna dan selanjutnya pasien dibawak dan dilakukan Operasi pada bagian Kepala.

Sangat disesalkan Palayanan yang diberikan kepada Pasien RSUD Pringadi yang tidak menerima Pasien pada saat lebaran, Kondisi yang tidak diduga tidak diharapkan terjadi kepada warga, dengan sikap dan ketidak Profesional Manajemen Rumah Sakit dan tidak memiliki Dokter yang bersedia untuk hadir disaat genting, dan berarti masih berlaku bahwa "Rakyat Indonesia tidak Boleh Sakit namun tinggal Matinya aja bisa dibawak kerumah sakit untuk diperiksa atau divisum, baru ditangani oleh Dokter", ungkap Dante orang tua Pasien didampingi Ismugiman saat ditemui di RSU USU.

Diduga dan selalu dibiarkan keadaan ini Negara dan Khususnya Rakyat Indonesia telah dirugikan dengan sikap RSUD Pringadi, seperti yang kita ketahui RSUD Pringadi sering mendapatkan sorotan dari para Media dan Masyarakat umumnya, dimana Manajemen seperti Suka Suka melakukan Kebijakan dalam Pelayanan dan pada sarana kebutuhan informasi RSUD Pringadi juga masih banyak yang tidak ditemui, dan yang pastinya jawaban itu selalu muncul kami akan lakukan perbaikan, seperti yang diungkapkan Kasubag Hukum dan Humas RSUD  Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes MH, beberapa waktu lalu , pelayanan dan sarana yang masih ada dikeluhkan, sejauh ini sedang dalam tahap pembenahan. Hal ini dilakukan untuk menuju perbaikan mencapai akreditasi paripurna di bulan Februari mendatang.

Dan Akreditas ini bisa dikatakan tidak bisa berlaku bagi RSUD Pirngadi,  disatu sisi ditemukannya bahwa Pelayanan Kesehatan dan Perawatan masih jauh dari harapan dalam Pelayanan Nasional khususnya Pengobatan dan Perawatan, dan hal ini tidak satu pasien yang mendapatkan pelayanan yang buruk dan seharusnya tidak terjadi bagi Pasien, dengan dilakukan Penolakan dan tidak mengindahkan bahwa pasien harus segera di tolong dan harus diselamatkan. Dan bisa dikatakan Uang Negara banyak dihamburkan ke Pelayanan dan Kemana jatuhnya dana tersebut, dan bisa diindikasikan Para Pihak Petinggi RSUD Pirngadi menyalurkan Dana APBD itu ke bagian yang bukan semestinya untuk disalurkan.(Red.Su/TIM) 

 
Copyright © 2010 - 2013. www.potretri007.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Editing by CTM