.

.

Reuni Ke 65 SMANSA Meriah

Rekaman Jeritan Warga Korban Eksekusi Lahan Salah Objek di Dumai

Top POTRET RI 007

Top POTRET RI 007
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zone bersama R.Soekrisno

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Search

Foto Bersama Marsekal TNI AU Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Foto Bersama Marsekal TNI AU  Djoko Suyanto/Ibu dan R.Soekrisno

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

Ketum Presidium Pusat RI Achmad Lulang, SH bersama R.Soekrisno (PU/Pemred Potret RI 007)

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PU/Pemred POTRET RI 007 Saat di Istana Merdeka

PENERIMAAN TARUNA BARU AKADEMI MARITIM BELAWAN

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI Letjen TNI Edy Rahmayadi

Salam Komando Redaksi dan Pangkostrad TNI  Letjen TNI Edy Rahmayadi
Showing posts with label Sumatera Utara. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Utara. Show all posts

Peningkatan Peredaran dan Pelaku Besar Di lakukan oleh Oknum yang berlindung di Institusi Kepolisian

"Peningkatan yang Sangat Significant yang dilakukan para Pelaku Narkoba"
Medan | Potret RI - Polda Sumut akhirnya mengekspos pengungkapan kasus pengedaran narkoba jaringan internasional yang melibatkan salah seorang perwira polisi yang menjabat sebagai Kapolsek di jajaran Polda Sumut.

Penangkapan Kapolsek Lolowau, AKP Basar Siregar (44) bermula pada Minggu, 3 Desember 2017. Mulanya pihak Resnarkoba Polda Sumut mendapat informasi jaringan narkoba tersebut akan menjemput barang yang diduga narkotika golongan I Jenis sabu di daerah Jalan Turi, Kota Medan.

Informasi dihimpun, aparat yang ditangkap tersebut adalah seorang perwira yang menjabat Kapolsek Lolowau Polres Nias Selatan AKP Basar Siregar dan Bripka Yogi Maulana Sitompul, bintara di Polres Tanjung Balai.

Peristiwa ini berawal dari penangkapan terhadap Conari Pernando Sitorus alias Aguan dan Gema Sitorus dengan barang bukti 28 Kg sabu pada Minggu sore (3/12/2017) oleh tim Subdit II Dit Narkoba Polda Sumut yang dipimpin Kanit II Kompol Adi Saputra Siagian.

Saat ditemukan, tersangka lainnya menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Saat itu  para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas. Polisi berhasil menghentikan mobil pelaku di depan lapangan bola menuju daerah Namorambe.

Inisial tersangka yang berada di dalam mobil tersebut adalah M. Diani Sitorus (40), Riawan(34). Lalu ada juga anggota Polri yakni AKP Basar Siregar dan Bripda M.Yogi (22).

Setelah diintrogasi, petugas melakukan pengembangan lagi dan dari hasil pengembangan ditangkap dua orang kurir yakni Arief Ady (28) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat 2 Kg dan Jonny (45) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 3 Kg.

"Saat dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka M.Diani Sitorus yang tahu di mana sabu lainnya, dia turun dari mobil dan berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur (ditembak). Tersangka meninggal dunia," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.

Dalam pengungkapan kasus itu, Polda Sumut menetapkan 14 orang jadi tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 38 kilogram. Dari hasil penyidikan, sabu tersebut diketahui berasal dari Malaysia.

Lalu anggota Resnarkoba Polda Sumut melakukan pembuntutan terhadap pelaku yang menjemput narkoba dengan mengendarai mobil sampai di jalan Gaperta ujung Helvetia Medan. Pelaku berhasil dicegat dan ditangkap. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 tas yang berisi narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 15 (lima belas) bungkus yang dikemas dengan bungkus teh warna kuning dengan berat masing-masing seberat 1 kilogram dengan total berat keseluruhan 15 kg.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan Conari Pasaribu (46)  dan Gema Sitorus (56). Setelah diinterogasi kedua tersangka menjelaskan bahwa narkotika golongan I jenis sabu berasal dari pria berinisial M.Diani Sitorus. Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap anggota jaringan lainnya.

Saat ditemukan, tersangka lainnya menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Saat itu  para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas. Polisi berhasil menghentikan mobil pelaku di depan lapangan bola menuju daerah Namorambe.

"Saat dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka M.Diani Sitorus yang tahu di mana sabu lainnya, dia turun dari mobil dan berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur (ditembak). Tersangka meninggal dunia," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.

12/7, Secara Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Gian yang merupakan Advocat dan Penasehat Hukum Vivian Arnie, SH , mengatakan," saya sangat sedih melihat keadaan aparatur sekarang ini, kita bisa lihat trendnya semakin naik narkoba ini bukan malah menurun, setelah saya melihat di setiap pemberitaan baik di media televisi maupun di media cetak , online semua menunjukkan kenaikkan yang segnificant terhadap kasus Narkoba,"

Dan menjadi Aspek permasalahan adalah kenapa sampai ada yang hampir lolos dan sampai dilakukan tindakan tegas dan terukur, sedangkan dirinya sendiri untuk menunjukkan dimana sabu tersebut, dan alhasil posisi terakhir ini yang masih menjadi hilang dan putus, siapa sebenarnya dibelakang ini semua.

Vivian Arnie juga menegaskan,"tidak ditutup kemungkinan jaringan Narkoba juga berlindung di bawah institusi Kepolisian, karena kita sudah tidak bisa pungkiri lagi dan menutup nutupin bahwa di institusi yang lebih aman itu adalah di Kepolisian dan barang itu juga ada disana, siapa yang mau menangkap dan menembak secara terukur dan terarah rekan mereka sendiri, tidak akan ada, karena mereka tau sama tahu, dan sebelumnya juga  untuk membuat jera petinggi Kepolisian sendiri pernah mengucapkan kalau pun itu anggotanya ada yang terlibat ditembak mati saja, begitu juga dengan apa yang pernah di sampaikan Komjen.Pol. Buwas yang sekarang menjabat sebagai Kepala BNN RI".

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD LSM Penjara Marlon Purba, SH, yang juga bergiat dalam kegiatan Anti Narkoba. (Red.Su/Tim)


Kemerdekaan yang Ternodai dengan Budaya Keranjang di Diskominfo

"Perlunya Attensi dari Kepala Dinas terhadap Budaya yang Merusak tatanan di Lingkungan Diskominfo itu sendiri," 
Medan  | Potret RI - 17/8. Gotong Royong adalah Budaya Bangsa yang merupakan warisan leluhur kita yang wajib diberikan atau dilestarikan ke anak cucu tapi lain halnya yang terjadi di institusi Dinaskominfo Sumut, sebagai lembaga Pemerintah yang sebahagian adalah dari ex 05. 

Diskominfo adalah corong Pemerintah Sumut untuk mengkampanyekan program program Pemerintah Pusat maupun Daerah, tapi lain hubungan terjadi di Diskominfo Sumut yang sampai saat ini diwariskan Kasubbag Keuangan yang telah ditinggalkan selama 10 tahun yang lalu adalah budaya keranjang dan pengkotak kotakan dikalakangan Kabid dan Kasi di Lingkungan Diskominfo.

Sangat menyedihkan bila warga negara merasa tidak nyaman, dan dirinya adalah Abdi Negara yang bekerja untuk Masyarakat dan Negara, disaat ingin menikmati masa masa akhir pengabdian diharuskan untuk mengisi kantong kantong dan keranjang milik Penguasa melebihi Kadis dengan dalih kesana kemari harus mengeluarkan biaya.
"Budaya keranjang yang sangat mengkhawatirkan untuk berbangsa dan berwawasan kebangsaan di Diskominfo menyebabkan Para Pensiunan Diskominfo yang lahir dari Ex 05 itu merasa khawatir dikarenakan merasa dibebankan disaat menikmati hari tuanya harus mengisi keranjang untuk memudahkan pengurusan Pensiunan agar lancar." ungkap salah satu Abdi Negara Diskominfo di saat terakhir dia melaksanakan upacara Kemerdekaan dan tidak ingin disebutkan namanya.

"Kemerdekaan belum tentu ada di Republik ini, Kita Merdeka hanya sebatas kata kata, namun bila kejadian yang seperti ini, kemerdekaan itu hanya sebagai kamuflase, bayangkan saja didalam institusi itu sudah melakukan penekanan untuk mengisi keranjang dan membuat Pengkotak kotakan, dan diharuskan karyawan untuk melakukan budaya menjilat !," terang nya kembali. 

Jika Dekat dengan Kadis Program akan Mulus dan Lancar namun sebaliknya, apa yang terjadi ?, tentunya tidak jarang terjadi umpatan dan cacian bahkan pertengkaran, kalau Kadis tidak cepat mengantisipasi hal ini akan terjadi budaya yang tidak bagus dan disinilah dituntut adanya sinergi yang bagus anatara Kadis dan Sekdis.(Red.Su/Tim)

Personil di Polrestabes harus diberi Pengarahan dan Sanksi dalam Menjalankan Tugas

"Personil Polrestabes mendapatkan Arahan dari Kapoldasu"

Medan | Potret RI - Dengan kurang puasnya masyarakat dengan kinerja personil Polrestabes Medan, membuat Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Drs.Paulus Warepauw turun tangan memberi arahan sama seluruh anggotanya di halaman Polrestabes Medan,kamis 3/7/2017. Soalnya pengaduan masyarakat, banyak yang  mengendap di tempat.Salah satunya, perkara pemalsuan nama sertifikat rumah Zulkarnain Tanjung warga Jalan Simalingkar yang belum terselesaikan oleh penyidik Harda Polrestabes Medan selama 10 tahun lamanya.

Di hadapan ratusan personil Polrestabes Medan, Kapoldasu Irjend Pol Drs.Paulus Waterpauw dalam kunjungan kerjanya di Polrestabes Medan mengatakan" Kita sebagai anggota Polri harus bekerja dengan ikhlas. Karena kita ini tempat pengaduan masyarakat yang bermasalah dengan hukum. Apalagi tugas kita ini, penuh dengan tanggung jawab yang di embankan sama kita.Jadi mari kita bekerja sesuai dengan tupoksi"Kata Kapoldasu Irjend Pol Drs.Paulus Waterpau sebelum acara sarapan bersama anggotanya di mulai.

Irjend Pol Drs.Paulus Waterpauw menambahkan"Saya ingin pungsi Reskrim harus bekerja dengan sesuai SOP kita. Jadi berkas perkara harus di kerjakan dengan sungguh - sungguh. Karena kita bekerja, sesuai dengan Instruksi Presiden sama Kapolri. Agar masyarakat semakin percaya dengan polisi. Sekali lagi saya tekankan" sebagai anggota Polri jangan hitung hitungan bekerja. Soalnya kalau kita bekerja dengan ikhlas, kita akan mendapat keperluan yang pasti akan di penuhi. Jadi saya berharap sama seluruh personil yang ada di hadanpan saya, mari kita bekerja sesuai dengan Relevansinya.

Dan satu hal lagi" Seluruh personil Polrestabes Medan harus mampu menghindari perlanggaran - pelanggaran personil yang suka main tangan dan kaki. Karena dengan kekerasan itu sudah tidak zamanya lagi. Malah jadi jelek nama Polri nantinya, kalau kita main kekerasan. Satu orang saja kita lakukan dengan kekerasan, nama baik Polri seluruh Indonesia jadi jelek. Selain itu, masalaha narkoba musuh semua golongan. Jadi harus kita brantas sampai ke akarnya.Kalau kita berantas narkoba dengan sebaik mungkin, berarti kita sudah menyelamatkan ribuan orang pecandu narkoba maupun generasi muda yang akan datang" Pungkasnya.

Dalam pengarahan itu juga, kapoldasu Irjend Drs.Paulus Waterpau meminta anggota lantas Polrestabes Medan dan Poldasu harus selalu berkordinasi, mengatasi masalah kemacetan. Apalagi dengan pembangunan jalan di beberapa tiik di kota Medan ini. Kalau kita selalu berkordinasi, masalah kemacetan di kota Medan dapat teratasi" Saya tidak ingin,  mendengar yang tidak - tidak dari pengaduan masyarakat" Paparnya.

Usai memberi pengarahan sama ratusan personil Polrestabes Medan, Kapoldasu Irjend Pol Drs.Paulus waterpauw sarapan bersama para pejabat pama Poldasu dan seluruh personil Polrestabes Medan. Usai santapan sarapan bersama secara sederhana di halaman mako Polrestabes Medan. (Red.Su/Tim /Afd)

PAC.Gerindra Marelan Berhalal bi Halal Diwarnai Pemberian Bantuan Paket Sembako Bagi Kaum Duafa

MARELAN | POTRET RI - Kegiatan  Halal bi Halal digelar Keluarga besar PAC.Partai Gerindra Marelan diketuai Haris Kelana Damanik beserta jajarannya berlangsung sukses diwarnai dengan diadakannya pemberian bantuan paket sembako bagi 100 kaum Duafa.Kegiatan Halal bi Halal (open house) saling bermaafan dan mempererat hubungan tali silaturahmi di kediamannya di komplek Tutwuri Handayani Jalan A.Sani Muthali Kelurahan Terjun Kec.Medan Marelan (09/07/2017).

Kegiatan penuh makna tersebut dihadiri ribuan masyarakat serta ketua DPD.Gerindra Sumut H.Gus Irawan Pasaribu , Ketua DPC.Partai Gerindra Kota Medan Boby Oktavianus Zulkarnaen serta tokoh masyarakat jawa dari IKJM, Banyumas gel, Pasukan khusus Garuda merah putih, Gabdika, ketua Parbetor Medan Utara,  tokoh ulama, para ibu perwiritan serta pengurus BKM maupun para kader Gerindra.
Acara halal bi halal dirangkaikan dengan penyantunan kaum duafa dengan memberikan bantuan paket sembako selanjutnya para hadirin dihibur musik keyboard dengan artis ibukota Duo Alfin.

Ditempat yang sama, ratusan paket sembako berisi beras dan migor diberikan bagi kalangan kaum duafa oleh pimpinan anak cabang Partai Gerindra Marelan dalam acara halal bi halal lebaran idul fitri 1438 H.Minggu sore (09/07/2017) di komplek Tutwuri Handayani jalan A.Sani Mutahlib Kelurahan Terjun Kec.Medan Marelan.

Pemberian paket sembako diserahkan langsung ketua Gerindra Marelan Haris Kelana Damanik, ST didampingi bendahara partai Gerindra Marelan Rahmawati Harahap dilanjutkan dengan ketya DPD Partai Gerindra Sumyt H.Gus Irawan Pasaribu, SE.AK.MM.CA dan Ketua DPC Gerindra Kota Medan Boby O.Zulkarnaen, SE.
Pada kesempatan itu, H.Gus Irawan Pasaribu pertama kali memohonkan maaf lahir bathin serta mengapresiasi kegiatan digelar oleh ketua PAC.Partai Gerindra Marelan yang terbukti terus berbhakti bagi masyarakat.

Serta diharapkan pada para PAC.Partai Gerindra lainnya hendaknya membuat kegiatan serupa apa yang telah dilakukan PAC.Gerindra Marelan sehingga partai Gerindra senantiasa dicintai masyarakat.pesan H.Gus Irawan yang mantaf maju sebagai Gubsu 2018 dengan.mengusung motto Sumut Bagus Bang Gus tersebut.(Lim/Mrl).

Jalan Rusak terpaksa menghindar akibatnya Nyawa Melayang, Pihak Terkait Tutup Mata

"Jalan Raya sebagai infrastruktur yang dipergunakan sampai sekarang sampai hari ini tidak diperbaiki, hingga merenggut nyawa untuk menghindar dan berpasir"

Belawan | Potret RI - Jalan merupakan infrastruktur yang harus dibenahi, namun dari kenyataan yang terjadi tidak menjadi prioritas dari Pemerintah, Kecelakaan kerap menghantui hingga kematian. Banyak ditemui kondisi jalan protokol dan Jalan Alternatif yang luput dari kaca mata Penguasa, yang berakibat merugikan warga yang menggunakan fasilitas jalan raya. 

Apakah Pemerintah memang sengaja untuk tidak melakukan perbaikan..? apakah Oknumnya terindikasi korupsi dalam penggunaan anggaran untuk melakukan perbaikan, dan terkadang perbaikan yang dilakukan secara asal asalan, hingga tidak mengetahui mau kemana warga melaporkan karena sudah tidak ada yang bisa dipercaya, nota bene Hukum tidak berjalan.

Kejadian Kecelakaan menewaskan pengendara sepeda motor Yamaha Mio BK 6205 ABE terjadi di Jalan Titi Pahlawan, Simpang Kantor, Medan Labuhan, Selasa (4/7) siang. Korbannya, M Yusuf (38) warga Jalan Bakti Abri, Kel. Martubung, Medan Labuhan, tewas setelah ditabrak Truk Colt Diesel BK 8384 ‎NB. Siang itu, korban melintas dari Simpang Kantor menuju ke arah Marelan. Saat melintas di jalan rusak, M Yusuf ingin mendahului truk dari kiri.

Namun belum sempat melalui truk, korban dikejutkan dengan adanya pejalan kaki. Dia seketika mengerem dan akhirnya tergelincir dan jatuh di bawah truk. Akibatnya, ban truk melindas korban. Warga yang mengetahui kejadian sempat melarikan M. Yusuf ke RSU Ameta Sejahtera. Namun nahas nyawanya tak tertolong.

Petugas Satlantas yang tiba di lokasi melakukan olah TKP dan mengamankan sopir truk, Rahman berikut truknya. “Tadi kereta itu motong dari kiri, rupanya ada orang, rem mendadak jatuh langsung ditabrak truk itu,” kata Sigit warga sekitar.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, AKP SR Sihite mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan telah mengamankan sopir dan kendaraan yang terlibat kecelakaan. “‎Korban tewas di rumah sakit setelah alami memar di perut akibat tergilas truk, jenazahnya sudah dibawa pulang untuk disemayamkan. Kasus ini sudah kita tangani,” kata Sihite. (Red.Su/Tim)
 
Copyright © 2010 - 2013. www.potretri007.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Editing by CTM